Berita Regional
Pelabrakan Pelakor Sesuai 'SOP' Viral, Berkoordinasi dengan Polisi & Ketua RT, Ada Dukungan Warganet
Terdapat sekitar 5 video TikTok yang menceritakan aksi pelabrakan pelakor mulai berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan ketua RT setempat.
Keduanya takut jika ternyata suami menceraikan Mawar tanpa sepengetahuannya.
"Akhirnya dicek NIK tidak terdaftar di pengadilan agama. Sehingga kami yakin bahwa ini masih sah suami istri dan berhak untuk mengajukan pembatalan pernikahan," tegasnya.
Melakukan Koordinasi dengan Berbagai Pihak
Bunga menjelaskan pada tanggal 23 Juli 2020, dirinya mendapatkan laporan dari KUA daerah tempat pernikahan suami Mawar dengan si pelakor.
Laporan pada intinya memberi saran kepada Bunga untuk datang ke lokasi pernikahan di hari H-nya.
"Sebelumnya kita juga sudah berkoordinasi ke KUA daerah tempat pernikahan itu."
"Mereka mengarahkan yang bisa melakukan pembatalan pernikahan antara suami Mawar dan pelakor adalah si istri sah," bebernya.
Singkat cerita di keesokan harinya, Bunga, Mawar dan tim mendatangi daerah lokasi pernikahan.
Namun mereka tidak langsung datang ke rumah mempelai, tapi mencari rumah ketua RT setempat.
Untuk menjelaskan maksud kedatangannya ke lingkungan tersebut.
"Saya menanyakan ke Pak RT pada hari itu apakah ada warganya yang menikah. Dijawab iya."
"Dengan data-data yang ada saya menjelaskan kalau calon suami dari ini (pelakor) masih punya istri sah."
"Saya bertamu untuk meluruskan hal itu," kata Bunga.
Kemudian Bunga melanjutkan koordinasinya dengan Babinsa untuk mencegah jika terjadi keributan saat bertandang ke lokasi pernikahan.
"Dari rumah Pak RT saya menuju ke Polsek minta supaya didampingi."