Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Webinar Emas Merdeka Pegadaian: ini Tips Bebas Finansial di Masa New Normal

Belajar dari kondisi di tengah pandemi yang serba tak pasti ini, memberi pelajaran bagi kita pentingnya perencanaan finansial bagi setiap orang

Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Finneke Wolajan
Tribun Manado/Fernando Lumowa
Financial Coach and Advisor, Philip Mulyana berbicara dalam Webinar Emas Merdeka yang digelar Pegadaian, Kamis (06/08/2020). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pandemi Covid-19 memberi dampak besar bagi perekonomian.

Tak sedikit masyarakat yang terdampak secara finansial. Mereka yang biasanya punya penghasilan bulanan kini kesulitan karena tak lagi bekerja.

Belajar dari kondisi di tengah pandemi yang serba tak pasti ini, memberi pelajaran bagi kita pentingnya perencanaan finansial bagi setiap orang.

Financial Coach and Advisor, Philip Mulyana mengatakan Financial Planning atau perencanaan finansial menjadi sangat penting di masa New Normal

"Dengan perencanaan keuangan, kita bisa meminimalisir dampak finansial yang terjadi akibat pandemi atau bencana tiba-tiba," ujar Philip dalam Webinar Emas Merdeka yang digelar PT Pegadaian, Kamis (06/08/2020).

Ia membagi tips Financial Planning dasar yang bisa diterapkan semua orang.

Pertama, kelola uang sebijaksana mungkin. Ada tiga prinsip utama pengelolaan dan perencanaan finansial. 

Poin pertama ini ialah konsisten menyisihkan pendapatan bulanan untuk ditabung atau dijadikan investasi.

"Minimal 30 persen pendapatan. Kalaupun tak bisa, ya berapa saja yang bisa disisihkan," ujar Philip.

Prinsip kedua ialah, di masa pandemi ini hindari pinjaman konsumtif alias tidak impulsif dengan tawaran untuk mengeluarkan uang.

Membeli barang yang tidak bisa menghasilkan uang akan memberi dampak lebih berat secara finansial.

"Di masa New Normal ini, hindari cicilan konsumtif dan tawaran sejenis. Termasuk pula seperti kredit dengan diskon besar, gratis ongkir atau bahkan bunga nol persen," ujarnya.

Ia bilang, banyak orang mengalami 'kebocoran' finansial karena impulsif, tergoda tawaran diskon, gratis ongkir dan bunga nol persen atau bunga ringan.

"Sekarang banyak orang justru dompetnya bocor bukan karena ke mal, liburan tapi karena belanja online," jelas dia

Poin kedua, mengelola risiko. Setiap orang atau rumah tangga sebaiknya punya dana darurat sebagai antisipasi ketika terjadi hal-hal tak diinginkan seperti PHK, dirumahkan sementara, kena musibah atau kondisi serba tak pasti seperti pandemi saat ini.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved