Djoko Tjandra
Fakta di Balik Djoko Tjandra, Buron 11 Tahun, Pelarian Panjang Terpidana Kasus Bank Bali Berakhir
Aksi pelarian panjang Djoko Tjandra yang Sempat kabur ke Kuala Lumpur, terpidana kasus Bank Bali itu akhirnya berakhir pada Kamis (30/7/2020).
TRIBUNMANADO.CO.ID – Fakta di balik Djoko Tjandra, sosok yang menjadi buron selama 11 tahun.
Diketahui Djoko Tjandra sempat viral di berbagai media massa dan medsos.
Sempat santer diberitakan Djoko Tjandr satu bulan terakhir ini diduga sempat berada di Indonesia.
Aksi pelarian panjang Djoko Tjandra yang Sempat kabur ke Kuala Lumpur, terpidana kasus Bank Bali itu akhirnya berakhir pada Kamis (30/7/2020).
Kini, aparat kepolisian sedang menjemput Djoko Tjandra di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Saat kasusnya mencuat, Djoko Tjandra juga kerap disebut dengan "Joker".
Sebutan ini muncul setelah adanya percakapan antara Jaksa Agung Muda Pidana Khusus saat itu, Kemas Yahya Rahman, dengan Artalyta Suryani.
Dalam sidang, terungkap bahwa "Joker" dalam percakapan itu merujuk pada Djoko Tjandra.
Lantas, siapakah Djoko Tjandra?

Mendirikan Grup Mulia
Dilansir dari Harian Kompas, 7 Agustus 1999, Djoko Sugiarto Tjandra alias Tjan Kok Hui sebenarnya lebih identik dengan Grup Mulia.
Grup Mulia didirikan oleh Tjandra Bersaudara yakni Tjandra Kusuma (Tjan Boen Hwa), Eka Tjandranegara (Tjan Kok Hui), Gunawan Tjandra (Tjan Kok Kwang), dan Djoko S Tjandra, pada 1970-an.
Bisnis pertama yang dirintis Djoko Tjandra adalah perusahan konstruksi fondasi dan tiang pancang Jaya Sumpiles Indonesia.
Tahun 1980-an, Tjandra Bersaudara selain bermitra dengan Sudwikatmono, juga menjalin kerja sama dengan Prajogo Pangestu dan Mochtar Riyadi.
Mereka bersama-sama membesarkan Grup Mulia.
Pada 1984, Djoko Tjandra dan Eka Tjandranegara memilai usaha trading melalui PT Mulia Persada Gemilang.