Breaking News:

DPRD Sulut

Dokter Residen Curhat di DPRD Sulut, Unsrat 'Lempar Bola Panas' ke Dewan

Beragam solusi diungkapkan dalam pertemuan antara DPRD Sulut, Dokter Residen, dan Pihak Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) menyangkut UKT

Tribun manado / Ryo Noor
Pihak Unsrat yang hadir dalam Rapat Dengar Pendapat di Ruang Paripurna DPRD Sulut 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Beragam solusi diungkapkan dalam pertemuan antara DPRD Sulut, Dokter Residen dan Pihak Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) menyangkut Uang Kuliah Tunggal (UKT) 

Para Dokter Residen yang juga Mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDP) dibebani UKT sebesar Rp 24 juta.

Mereka curhat mengalami kesusahan memenuhi UKT karena dampak Pandemi Covid-19.

Wakil Rektor IV Unsrat Prof Sangkertadi menyampaikan,  Unsrat tak bisa mengurangi atau mesubsidi UKT Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDP) ini, alasannya tak ada dasar regulasi. Pedomannya Pemendikbud 25.

Pegadaian Salurkan Rp 80,4 Triliun untuk Pemulihan Ekonomi Nasional

Ia menawarkan beberapa solusi bisa mengatasi persoalan ini, mengandalkan tugas pokok dan fungsi DPRD. 

Pertama, kata Sangkertadi soal regulasi yang jadi kendala ini,  menurut Sangkertadi DPRD Sulut punya fungsi legislasi kiranya bisa dimanfaafkan untuk mencari solusi. 

"Kalau legislasi dihasilkan tentu Universitas tak asa alasan menolak, payung hukum jelas,  " kata dia saat bersua di Gedung Cengkih, Rabu (29/7/2020) dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi IV DPRD Sulut

Kedua,  adanya politikal will DPRD Sulut untuk menjalankan fungsi budgeting.

Bank SulutGo Mopuya Salurkan Bantuan ke Korban Banjir

"Politikal will ini untuk fungsi budgeting,  untuk alokasi dana PPDS,  S-2, maupun S-3," ujar dia. 

Ketiga,  Sangkertadi mengatakan,  Unsrat sangat siap jika DPRD menjalankan fungsi  pengawasan

Halaman
1234
Penulis: Ryo_Noor
Editor: David_Kusuma
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved