Idul Adha 2020
Ini Alasan Kenapa Daging Kurban Sebaiknya Tidak Diolah Jadi Sate
Sate salah satu menu olahan yang tidak pernah ketinggalan. Tapi tahu tidak, ternyata daging kurban sebaikanya jangan diolah menjadi sate loh.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Hari Raya Idul Adha sebentar lagi.
Ya umat muslim tinggal menghitung hari lagi akan merayakan hari raya kurban atau Hari Raya Idul Adha 2020.
Hari raya kurban identik dengan hari penyembelian hewan.
Hewan itu kemudian akan dibagikan ke masyarakat.
Saat sudah di tangan masyarakat, hewan kurban biasanya diolah dengan berbagai menu olahan.
Sate salah satu menu olahan yang tidak pernah ketinggalan.
Tapi tahu tidak, ternyata daging kurban sebaikanya jangan diolah menjadi sate loh.
Apa alasannya?
• Sesuai Ajaran Rasulullah SAW, ini 3 Larangan yang Harus Dipatuhi Sebelum Perayaan Idul Adha
Executive Chef Aprez Catering by Amuz Group Chef Stefu Santoso menjelaskan, daging kurban yang baru dipotong masih sangat segar sehingga tidak bisa langsung dikonsumsi karena teksturnya masih keras.
Diperlukan waktu untuk proses aging atau pelayuan sehingga tekstur daging menjadi lebih empuk.
"Untuk dijadikan sate saya tidak rekomen karena akan keras," kata Chef Stefu dalam sesi kulwap media, beberapa waktu lalu, seperti dikutip dari Kompas.com.
Agar tidak terlalu keras, daging bisa dibungkus terlebih dahulu dengan daun pepaya.
Namun, tidak dianjurkan dilakukan terlalu lama karena bisa memunculkan rasa pahit.
Pengolahan selain sate Chef Stefu menyarankan agar daging kurban diolah dengan metode wet cooking atau metode makanan dimasak dengan menempatkannya pada air panas atau terekspos uap panas.
Metode ini bisa membuat serat-serat daging menjadi lebih empuk untuk dikonsumsi.
• Idul Adha Jumat 31 Juli 2020, Pemerintah Antisipasi Lonjakan Kendaraan Mudik
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/penjual-hewan-kurban-di-kawasan-mayjen-sungkono.jpg)