Berita Sulut

BNPT dan FKPT Sulut Ajak Masyarakat Cegah Radikalisme dan Terorisme

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersama Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme, Sulawesi Utara, menggelar Forum Group Discussion

Tribun Manado/ Don Ray Papuling
Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersama Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sulawesi Utara, menggelar Forum Group Discussion (FGD) dengan tema 'Ngopi Coi' ngobrol pintar cara orang Indonesia, kegiatan ini berlangsung di Hotel Peninsula Manado, Sulawesi Utara (Sulut), Rabu (29/7/2020). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersama Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sulawesi Utara, menggelar Forum Group Discussion (FGD) dengan tema 'Ngopi Coi' ngobrol pintar cara orang Indonesia, kegiatan ini berlangsung di Hotel Peninsula Manado, Sulawesi Utara (Sulut), Rabu (29/7/2020).

Dalam kesempatan itu Ketua FKPT Sulut, Max Togas SH mengatakan acara ini merupakan program rutin BNPT, yang tahun ini dilaksanakan di 32 Provinsi seluruh Indonesia.

Ia mengatakan kegiatan tersebut sangat penting dilaksanakan, agar para pemerintah kelurahan/desa sebagai ujung tombak dapat memahami dan peka atas gerakan radikal terorisme yang terjadi di sekitar lingkungannya.

"Disisi lain, laju perkembangan teknologi juga sangat rentan dimanfaatkan untuk mendoktrin masyarakat melalui infomasi yang belum tentu benar di media sosial sehingga melalui kegiatan seperti ini, diharapkan akan memperkuat ideologi pancasila peserta pemerintah kelurahan/desa yang nantinya dapat berperan penting dalam masyarakat," jelas dia.

Enam Desa di Dumoga Dilanda Banjir

Apalagi tambahnya, tahun ini di Sulut akan menggelar hajatan pesta demokrasi, sehingga sangat rawan terjadi konflik.

"Untuk melalui kegiatan ini, diharapkan akan mampu meredam gesekan yang terjadi, karena dengan adanya edukasi kepada para perangkat kelurahan/desa, tentu diharapkan materi ini akan turut disampaikan kepada masyarakat," tandasnya.

Kepala Bidang Media Massa dan Humas FKPT Aswin Lumintang SSos saat tampil sebagai narasumber memaparkan, media jangan vulgar dan bombastis memberitakan peristiwa radikalisme dan terorisme, sebaiknya isi berita menyejukkan masyarakat, memberikan edukasi kepada masyarakat bagaimana menangkal radikalisme dan terorisme.

Wali Kota Lomban Mohon Doa, Bitung Jadi Lokasi Pusat Data Nasional

Sementara itu Yosep Adi Prasetyo sebagai narasumber dari BNPT, mewakili praktisi jurnalistik, menjelaskan, sejak 2015 dewan pers telah membuat pedoman liputan terorisme, pedoman itu mengikat seluruh wartawan dan seluruh media.

Meminta wartawan tidak memenuhi undangan untuk meliput aksi terorisme, segera melaporkan rencana aksi teroris tersebut ke aparat hukum.

"Demikian juga segala informasi yang menyangkut rencana aksi teroris atau rencana penanganan terorisme harus dilakukan verifikasi secara sungguh-sungguh agar tidak menimbulkan kepanikan di masyarakat, serta memisahkan pelaku terorisme dengan keluarganya," ucap dia.

Bupati Iskandar Kamaru Tegaskan Secepatnya Buka Jalur Tonsile

Narasumber lainnya dari BNPT, Kasi Partisipasi Masyarakat BNPT Letkol Laut Setyo Pranowo SH MM turut menyampaikan pentingnya kegiatan ini, memberikan pencerahan tentang tugas BNPT sebagai leading sector penanggulangan radikalisme dan terorisme.

"Dalam UU Pemberantasan Terorisme, BNPT menjadi leading sector yang bertugas antara lain menetapkan strategi kesiapsiagaan-nasional dalam penanggulangan terorisme," katanya

Sekedar informasi kegiatan tersebut turut dihadiri akademisi, mahasiswa, babinsa, babinkamtikmas, kepala desa, lurah serta insan pers dan jajaran pengurus FKPT Sulut. (drp)

Gadis Cantik di Minsel Ini Ingin Jadi Perawat

Penulis: Don Ray Papuling
Editor: David_Kusuma
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved