Bencana Banjir di Bolsel
Hingga Sore Ini, Akses Jalan Bolmong-Bolsel Belum Bisa Dilewati
Masyarakat, Polri, BPBD, dan TNI masih terus berupaya membuka akses jalan yang tertutup longsor.
Penulis: Nielton Durado | Editor: Rhendi Umar
TRIBUNMANADO.CO.ID, BOLAANG UKI - Masyarakat, Polri, BPBD, dan TNI masih terus berupaya membuka akses jalan yang tertutup longsor.
Hingga sore hari ini, akses jalan penghubung antara Kabupaten Bolsel dan Bolmong belum juga bisa dilalui.
Amatan Tribun Manado, satu alat berat jenis loader sudah diturunkan pemerintah untuk membuka akses jalan.
Namun karena banyaknya material, akses jalan yang tertutup longsor belum juga berhasil dibuka.
Kapolres Bolsel AKBP Yuli Kurnianto mengatakan pihaknya masih bekerja keras membuka akses jalan yang tertimbun longsor.
"Kita kerahkan 90 persen anggota untuk membantu membuka akses jalan," tegasnya.
Perwira dua melati ini meminta agar warga bersabar untuk melakukan perjalanan ke Kotamobagu.
"Jangan dulu lakukan perjalanan, tunggu sampai akses jalan sudah bisa dilewati," tegasnya.
Akses Gorontalo-Bolsel Terputus
Banjir yang melanda Kabupaten Bolsel, menyebabkan akses jalan penghubung antara Provinsi Gorontalo dan Sulawesi Utara terputus.
Pasalnya jembatan penghubung yang ada di desa Bakida, Kecamatan Helumo, Kabupaten Bolsel, Provinsi Sulut, ambruk.
Hal ini mengakibatkan semua kendaraan baik roda 2 maupun roda 4 tak bisa melintas.
Kapolsek Bolaang Uki AKP Suharno mengatakan jika jembatan tersebut putus sekitar pukul 10.00 Wita.
"Tadi sekitar jam 10 dan untungnya tak ada kendaraan yang melintas," ujarnya.
Perwira tiga balok ini mengatakan sudah melarang kendaraan roda dua dan empat untuk melintas.
Pihaknya juga sudah memasang tanda larangan di sekitar badan jalan.
"Untuk sementara akses jalan ini tak bisa dilewati, jadi kita tutup dulu," tegasnya.
Kades Hilang Terseret Banjir
Seorang Sangadi (Kepala Desa) di Desa Bakida, Kecamatan Helumo, Kabupaten Bolsel, bernama Reslan Ibrahim dilaporkan hilang terseret banjir.
Dari informasi yang diperoleh Tribun Manado, korban awalnya sempat memantau keadaan banjir tak jauh dari sungai yang ada di desanya.
Naasnya korban terpeleset dan jatuh ke aliran sungai lalu terseret air.
Warga kemudian langsung melakukan pencarian di muara sungai, yang ada di tepi pantai.
Peristiwa ini dibenarkan oleh Camat Helumo Noldy Tangahu, ketika dihubungi Tribun Manado via telepon.
Menurut Noldy, pihaknya bersama warga masih melakukan pencarian di tepi pantai.
"Dari laporan warga memang korban terseret banjir, sekarang saya sedang di tepi pantai ikut mencari korban," aku dia.
Sementara itu, Kapolsek Bolaang Uki AKP Suharno mengaku sudah menerima laporan tersebut.
"Kami masih kroscek lagi. Karena tadi yang memberi laporan, nomornya sudah tak bisa dihubungi," tegasnya.
Tragedi Banjir 2008 Terulang
Tragedi banjir di tahun 2008 silam, terulang kembali di tahun 2020.
Hujan deras yang melanda Bolsel sejak malam hari, membuat hampir seluruh Desa di Kecamatan Bolaang Uki, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), mengalami banjir akibat luapan air setinggi lutut kaki orang dewasa.
Bharata Prabowo Asmongin, salah satu masyarakat Desa Popodu mengungkapkan, banjir kali ini adalah yang terbesar selama belasan tahun terakhir.
"Banjir memang sering terjadi jika hujan deras tapi sudah belasan tahun ini, tidak begitu luas jangkauannya," katanya ketika dihubungi Tribun Manado.
"Tapi banjir malam ini sampai di pemukiman warga di dataran lumayan tinggi," ungkap Bowo yang juga Kabid Pengelolaan Informasi Publik Dinas Kominfo Bolsel.
Senada Jois Pulumai, Tokoh masyarakat Desa Tolondadu I, mengaku jika banjir kali ini lebih besar volume airnya dibandingkan sebelumnya.
"Karena air begitu cepat meluap, di sekertariat Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya(BSPS) dua laptop dan satu print beserta beberapa berkas penting terendam air," ucap Jois yang juga Korfas BSPS Bolsel itu.
Terpisah, Riski Adjana masyarakat desa Toluaya menerangkan, hujan mulai pukul 22.00 Wita malam, menyebabkan banjir pukul 05.00 Wita dan menggengi puluhan rumah.
"Air naik saat subuh, ditambah aliran listrik mati menyebabkan kami kewalahan menyelamatkan barang barang berharga," bebernya.
"Alhamdulillah hujan sudah redah dan air mulai surut," tutur Rizki.
Jalan Trans Sulawesi Terputus Karena Longsor
Jalan trans Sulawesi yang menghubungkan Kabupaten Bolmong dan Bolsel kembali terputus akibat longsor, di Desa Molibagu.
Amatan Tribun Manado, longsor tersebut menutup akses masuk dan keluar dari Kabupaten Bolsel.
Akibatnya para pengendara yang hendak keluar dari Bolsel pun terpaksa mengurungkan niatnya.
Kapolres Bolsel AKBP Yuli Kurnianto membenarkan hal ini.
Ia meminta bagi masyarakat yang hendak menuju Kotamobagu dari Desa Molibagu, agar mengurungkan niatnya.
"Karena jalannya belum bisa ditembus," aku dia.
Perwira dua melati ini masih berupaya untuk membuka akses jalan agar bisa dilewati kembali.
"Kami sedang berkoordinasi dengan Pemkab untuk menurukan alat berat guna membuka akses jalan," tegasnya.
Sementara itu, Bupati Bolsel Haji Iskandar Kamaru meminta agar warga tak beraktifitas di luar rumah dulu.
"Lebih baik jangan dulu keluar rumah, karena cuaca sedang tak bagus," ungkapnya.
Ia memastikan akan segera meminta BPBD untuk ikut membuka akses jalan.
"Alat beratnya segera kami turunkan," tegasnya. ( Tribunmanado/Nielton Durado)
SUBSCRIBE YOUTUBE TRIBUNMANADO OFFICIAL:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/ruas-jalan-bolsel-bolmong-yang-masih-tertutup-banjir.jpg)