Berita Internasional
Bersiap Melawan Mesir di Medan Tempur Libya, Turki Siap Membalas Serangan: 'Siapa Pun Itu'
Parlemen Mesir tidak secara gamblang menyebut "negara lain" yang dimaksud, tapi jelas arahnya adalah Libya.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Menurut informasi yang ada, saat ini pemerintah Turki dikabarkan punya rencana untuk ternjunkan pasukannya di tanah Libya.
Dikabarkan, hal tersebut akan dilakukan pemerintah Turki seandainya Mesir melakukan intervensi militer di Libya.
Inforamasi itu disampaikan pejabat pemerintah Turki kepada media setempat yang dikutip alarabiya.net, pada Jumat, 24 Juli 2020.

Sumber itu menjelaskan bahwa rencana pengiriman pasukan tempur ke Libya dilakukan setelah parlemen Mesir pada Senin lalu menyetujui pengiriman pasukan ke negara lain.
Parlemen Mesir tidak secara gamblang menyebut "negara lain" yang dimaksud, tapi jelas arahnya adalah Libya.
Sejak penguasa Libya Muammar Kadhafi digulingkan oleh revolusi rakyat, yang dibantu sejumlah negara Barat pada 2011, negeri itu menjadi kacau-balau.
Terjadi perpecahan dua kubu "pemerintah", yang masing-masing didukung oleh negara-negara di sekitarnya.
Mesir, yang berbatasan langsung dengan Libya, mendukung kelompok bernama Tentara Nasional Libya (LNA) yang dipimpin oleh purnawirawan jenderal, Khalifa Haftar.
Selain Mesir, ada beberapa negara Arab lainnya yang menyokong LNA.
Di pihak lain ada kelompok besar yang bernama Pemerintah Berdasarkan Kesepakat Nasional (GNA), yang dipimpin oleh tokoh sipil Fayez al-Serraj.
Kubu ini dihasilkan dari proses pemilihan umum, yang hasilnya tidak diakui oleh LNA.
Kubu GNA diakui oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dan secara faktual didukung oleh Turki dan beberapa negara Arab lainnya.
"Turki siap membalas setiap serangan terhadap pasukannya di Libya, siapa pun itu," kata sumber tersebut.
"Maka, jika Mesir mengirim pasukannya ke Libya, Turki sudah punya rencana untuk menambah pasukan dan kelengkapan militernya di Libya, untuk menghadapi pasukan Mesir," lanjut sang sumber.
Kubu GNA memang sudah mengundang masuk Turki untuk membantunya dalam menghadapi serangan LNA.