Sains
Misteri Supermassive Black Hole, Bagaimana Cara Lubang Hitam Membunuh Galaksi?
Misteri soal Lubang Hitam ini terus mengusik isi kepala para peniliti. Para ahli terus berjuang memahami evolusi lubang hitam.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Salah satu dari misteri alam semesta yang terus berusaha dipecahkan oleh para astronom dan ilmuan adalah Supermassive Black Hole atau Lubang Hitam Supermasif.
Misteri soal Lubang Hitam ini terus mengusik isi kepala para peniliti. Para ahli terus berjuang memahami evolusi lubang hitam.
Beragam tanya pun berloncatan di kepala mereka: apa penyebab beberapa galaksi mati? Bagaimana bisa pembentukan bintang terhenti? Bagaimana cara lubang hitam membunuh galaksi?
Akan tetapi, ternyata struktur galaksi dan ukuran lubang hitam diklaim dapat memberikan jawabannya.
Melansir IFLScience, Rabu (22/7/2020), sekian lama setelah para astronom menganggap suatu galaksi mati, bintang-bintangnya akan bersina.
Namun, bintang-bintang paling terang dan paling biru sekalipun hanya memiliki kehidupan yang pendek.
Akibatnya, segera setelah pembentukan bintang terhenti, galaksi sepenuhnya akan terdiri dari bintang yang lebih redup dan lebih kemerahan.
Proses di mana bintang-bintang baru berhenti terbentuk disebut dengan quenching.
Para astronom bingung bagaimana awalnya proses ini jauh lebih cepat terjadi di beberapa galaksi dibandingkan lainnya.
Encounters dengan galaksi yang lebih kecil dapat membantu menjaga galaksi tetap hidup, tetapi sebagian besar kehidupan berasal dari gas yang jatuh dari halo galaksi ke cakram tempat ia mengembun menjadi bintang.
Sebuah makalah di The Astrophysical Journal mengusulkan alasan mengapa ini sering berhenti jauh sebelum gas habis.
Sebelumnya diketahui, galaksi dengan lubang hitam supermasif yang lebih besar tampak padam. Ini bukan karena lubang hitam menghabiskan semua gas, sehingga tidak ada yang tersisa untuk membentuk bintang.
Alih-alih, sebuah teori populer mengusulkan lubang hitam melepaskan energi saat mereka makan, dan mereka yang melakukan ini dengan cukup cepat memancarkan begitu banyak panas gas halo menjadi terlalu panas untuk jatuh ke cakram.
"Idenya adalah bahwa pembentuk bintang galaksi, pusat lubang hitam seperti parasit yang akhirnya tumbuh dan membunuh inangnya," kata Profesor Sandra Faber dari University of California, Santa Cruz.
Faber mengatakan hal itu sudah pernah disampaikan, bahwa belum ada aturan yang jelas yang dapat menjelaskan kapan sebuah lubang hitam supermasif dapat menutup formasi bintang di galaksi inangnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/lubang-hitam-bernama-cygnus-x-1_20180206_132818.jpg)