Kim Jong Un Dianggap Dewa, Rakyat Korea Utara Tak Sadar Kondisi Sebenarnya, Kekuasaan Mirip Sekte
Selama 70 tahun, di mana warganya dibuat percaya bahwa keturunan Kim adalah milik para dewa, jelas seorang pakar pada Daily Express
Sean King, wakil presiden senior di Park Strategies dan penasihat bisnis untuk Asia, mengatakan kepada Express.co.uk, bahwa sejak kematian sang pendiri,
keluarga Kim telah membangun sekte yang hampir 100 persen murni secara etnis di mana semua orang tidak bisa meninggalkannya.

"Ini adalah rezim, nasionalis Korea dan mereka percaya pada cerita rakyat bahwa dewa kuno Dangun pada milenium ke 3 SM turun dari surga dan menelurkan ras Korea," katanya.
Selama memimpin Korea Utara, Kim Il-Sung mengatakan, Dagun bukanlah legenda, namun sejarah nyata.
Penegasan itu mengakibatkan arkeolog Korea Utara menelusuri sisa-sisa peninggalan Dagun.
"Pada dasarnya Korea Utara mencoba mengatakan, bahwa keluarga Kim diturunkan oleh para dewa kuno, darah rakyat Korea juga mengalir melalui mereka," imbuhnya.
Sementara Korea Utara membantah klaim atas sekte tersebut, dan mengatakan itu hanya dilakukan untuk memuja pahlawan.
Mereka juga menolak klaim dari para pembelot yang pergi ke Eropa.
Kang Chol-hwan, pembelot yang melarikan diri dari salah satu kamp kerja paksa terkenal di negara itu mengatakan bahwa Kim adalah pemuda yang sempurna.
"Bagi mata saya waktu anak-anak dan semua teman saya, Kim Il-Sung dan Kim Jong-Il adalah makhluk yang sempurna, tidak ternoda oleh manusia," katanya.
"Saya yakin mereka tidak buang air kecil atau besar, siapaun membayangkan mereka seperti dewa," jelasnya.
Sementara King mengatakan, "Struktur kekuasaan di Korut mirip sebuah sekte."
"Orang-orang terputus dari dunia luar, mereka hanya menonton TV Korea Utara, tidak pernah tahu apa itu Rusia atau Tiongkok," katanya.
"Sebanyak 99,9 persen warga Korea Utara tidak pernah meninggalkan negara mereka, dan tidak melihat apapun selain Korea Utara," jelasnya.
Kekurangan Makanan, Rakyat Korea Utara Diminta Makan Kura-kura dan Minum Obat Pelangsing