Berita di Kotamobagu
Gubernur Olly Dondokambey Cabut Bawang Merah di Kotabangon
ia melakukan panen simbolis bawang merah di lahan seluas 8 ribu meter persegi. Termasuk rombongan juga mencabut sendiri bawang merah yang siap panen
Penulis: Alpen_Martinus | Editor: Aldi Ponge
TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU - Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey panen bawang merah di perkebunan Kotabangon, Kotamobagu Timur, Kotamobagu, Senin (20/7/2020).
Tampak, bersama Rita Tamuntuan Dondokambey ketua PKK Provinsi Sulawesi Utara, Wali Kota Kotamobagu Tatong Bara, Sekprov Edwin Silangen, Ketua BI perwakilan Sulut Arbonas Hutabarat, Wakil Wali Kota Kotamobagu Nayodo Koerniawan, Forkopimda Kotamobagu, serta masyarakat.
Di sana, Olly Dondokambey melakukan panen simbolis bawang merah di lahan seluas 8 ribu meter persegi. Termasuk rombongan juga mencabut sendiri bawang merah yang siap panen tersebut.
Lahan tersebut ditanami 450 kilogram bibit bawang merah. Setelah 58 hari sudah dipanen.
Lahan tersebut diolah oleh sekitar 30 anggota komunitas petani bawang merah.
Urip Hasan perwakilan komunitas mengatakan, sebenarnya penanaman bawang merah cocok di Kota Kotamobagu, dan hasilnya sangat menguntungkan petani.
"Namun kendala yang kami hadapi adalah samalah permodalan, sebab kami di sini menggunakan modal dari masing-masing petani," jelasnya.
Ia berharap, agar Gubernur Sulut bisa menjadi anggota komunitas petani bawang merah.
Pada kesempatan tersebut OD sapaan akrab Gubernur Sulut ini, menyerahkan bantuan berupa bibit bawang merah kepada para petani.
"Ini kunjungan kerja Gubernur," kata Olly Dondokambey.
Ia mengatakan, Pemprov sudah mengeluarkan Pergub nomor 29, tentang adaptasi adaptasi kehidupan baru menuju masyarakat yang produktif,.
"Artinya kita harus menerima situasi dan kondisi saat ini lagi covid, virus tetap ada, tapi kehidupan kita masyarakat yang produktif, tidak boleh mati karena virus," jelasnya.
Tapi kita harus sadar, bahwa bagaimana kita mengantisipasi agar virus tersebut tidak datang kepada kita.
"Nah, dalam Pergub sudah mengatur bagaimana kita melaksanakan kehidupan baru, karena kalau kita tidak lakukan produktifitas kita, akan ada virus baru yaitu virus lapar, sebab kalau sudah tidak bekerja, semua tidak ada penghasilan, apa hasilnya? yaitu lapar, kalau lapar sudah tidak karantina 14 hari, baru tiga hari sudah ribut," ujarnya.
Untuk itu, ia meminta masyarakat agar hidup dari situasi kondisi, kita harus adaptasi dengan kehidupan baru, yaitu pakai masker, cuci tangan, jaga kesehatan, dan jaga jarak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/gubernur-sulawesi-utara-olly-dondokambey-455.jpg)