Jumat, 29 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pilkada 2020

Fenomena Rohaniwan di Bursa Kepala Daerah Sulut, Ferry Liando: Dimanfaatkan untuk Vote Getters

Pengamat Politik Ferry Liando mengatakan, ini konsekuensi dari sistem pemilihan kepala daerah secara langsung

Tayang:
Penulis: Ryo_Noor | Editor: David_Kusuma
ryo noor/tribun manado
Dr Ferry Liando 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Empat rohaniwan bakal meramaikan Pilkada Sulu 2020.

Pengamat Politik Ferry Liando mengatakan, ini konsekuensi dari sistem pemilihan kepala daerah secara langsung. Yang dikejar oleh masing-masing calon adalah suara masyarakat. 

Sehingga tokoh masyarakat yang diyakini memiliki banyak follower menjadi sasaran para elit parpol untuk dipasangkan dalam pilkada. 

"Kalau di pulau Jawa, rata-rata  figur yang dirangkul adalah para artis. Artis selalu dianggap memiliki banyak pengikut dan memiliki nama yang populer," kata dia. 

Empat Pendeta Ramaikan Bursa Pilkada Serentak di Sulut, Siapa Saja Mereka?

Sosok populer hanya dimanfaatkan untuk kepentingan elektoral belaka. 

Selebihnya mereka tidak akan mendapat apa-apa ketika saat menjabat. 

Ia mencontohkan, Dicky Chandra mundur sebagai Wakil Bupati di Garut, Pasha ungu kemungkinan juga akan mundur sebagai Wakil Wali Kota Palu. 

Sikap para artis ini karena mereka tak diberi ruang untuk pengambilan keputusan. 

"Semua jadi dominan kepala daerah," kata dia. 

Kader PAN Beri Dukungan Penuh CEP-SSL pada Pilgub Sulut 2020

Potensi ini rawan  akan jadi sama persis jika para tokoh agama berada dalam posisi yang sama yaitu sebagai wakil kepala daerah. 

Kepentingan elite terhadap mereka hanya sebatas pada pemenangan pilkada atau kepentingan elektoral.

Setelah itu mereka akan kesulitan dan tidak akan mampu mendominasi kewenangan kepala daerah. 

Apalagi pengalaman mereka sebelumnya hanya sebatas relasi dengan jemaat. Sementara kemampuan mengelola pemeritahan sangat terbatas. 

Tim Maleo Polda Sulut Tangkap Terduga Pelaku Pengancaman Menggunakan Senjata Tajam

Pencalonan tokoh agama tak melanggar aturan. Sepanjang syarat calon sebagiamana UU 10/2016 tentang pillada harus dipenuhi. 

Cuma saja hal yang perlu dicegah jangan sampai posisi mereka hanya dimanfaatkan sebagai vote getters atau pengumpul suara dalam pilkada. 

Setidaknya ada 4 orang pendeta/gembala yang masuk bursa calon kepala daerah. 

Siapa saja mereka? Pertama Pdt Petra Jani Rembang, seorang Pendeta GMIM. Saat ini Pdt Petra menjabat Wakil Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode GMIM. 

Pdt Petra mengusung mama jargon PJR maju di Pilkada Minsel.  Ia sudah mendapat tiket setelah diusung PDIP sebagai Calon Wakil Bupati Minsel berpasangan dengan Politisi sekaligus incumbent Franky Donny Wongkar (FDW) 

Sosok berikutnya yakni Pdt Lucky Rumopa, seorang Pendeta GMIM.  Figur rohaniawan ini melayani di Jemaat GMIM Batusaiki Manado. 

Pdt Lucky juga menjabat sebagai Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulut.   Ia juga dipercaya Gubernur Sulut Olly Dondokambey sebagai Staf Khusus Gubernur.

4 Tim Peserta Liga 1 2020 Belum Tentukan Home Base Baru di Pulau Jawa

Pdt Lucky mengincar posisi kepala daerah Kota Manado.  Namanya,  masuk dalam bursa calon di PDIP sebagai bakal calon Wakil Wali Kota. 

Selanjutnya ada Pdt Hendry Runtuwene yang juga berasal dari GMIM. 

Ia pernah menjabat Sekretaris Umum Sinode GMIM

Nama Pdt Hendry masuk bursa bakal calon wakil Gubernur Sulut.  Namanya diajukan DPW Partai Nasdem ke DPP Partai Nasdem untuk penyaringan akhir bakal Cawagub mendampingi Vonny Anneke Panambunan (VAP)  di Pilgub 2020.

Terakhir,  nama Gembala Kerapatan Gereja Protestan Minahasa (KGPM) Teddius Kuemba Batasina akrab disapa Gbl Teddy Batasina. 

Gbl Teddy pernah menjabat Ketua Majelis Gembala KGPM

Perhelatan politik bukan kali pertama ia lakoni.  Ia pernah maju Pemilihan Anggota DPD RI tahun 2019.

Calon senator nomor urut 41 ini mampu meraup sekitar 85 ribu lebih suara masuk dalam 10 besar calon perolehan suara terbanyak. 

Menantu Presiden Jokowi Dipastikan Bertarung dengan Kader PDIP Akhyar Nasution

Gbl Teddy kali ini masuk bursa Calon Wakil Kepala Daerah Kota Bitung di Partai Nasdem.  Ia diproyeksi mendampingi Incumbent Maximilian Jonas Lomban di Pilkada.

Gbl Teddy pun serius menjajal peluang menjadi Wakil Wali Kota Bitung. 

Ia sudah mendaftar sebagai calon di Nasdem Bitung.

Kota Bitung menjadi lumbung suaranya di Pemilihan Anggota DPD RI 2019 ketika meraup sekitar 14.000 suara. (ryo) 

Kekayaan Keluarga Atta Halilintar, Miliki Bisnis di Berbagai Negara Hingga Bangun Masjid Mewah

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved