Kamis, 9 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Tokoh

Virus Corona Jadi Penyebab Kematian Pelukis dan Arsitek Terkenal Raphael Pada 1520

Raphael yang dikenal juga sebagai Raffaello Sanzio da Urbino, adalah seorang pelukis sekaligus arsitek terkenal Italia di era High Renaissance.

Editor: Rizali Posumah
Via Electra Travel
Raphael, pelukis terkenal zaman High Rennaisance. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Studi terbaru memperjelas penyebab kematian seorang tokoh terkenal, Raphael Sanzio alias Rafaello Sanzio.

Raphael yang dikenal juga sebagai Raffaello Sanzio da Urbino, adalah seorang pelukis sekaligus arsitek terkenal Italia di era High Renaissance.

Menurut studi terbaru, Raphael dikabarkan tewas akibat penyakit yang 'mirip virus corona.'

Seniman kelahiran Firenze, Italia 6 April 1483 ini wafat di Roma, Italia pada 6 April 1520 di usia 37 tahun.

Raphael meninggal akibat demam yang mirip dengan gejala virus corona saat ini setelah gagal memberitahu dokternya bahwa dia diam-diam mengunjungi kekasihnya pada 'suatu malam yang dingin.'

Hal itu membuat dokternya salah melakukan perawatan medis, menurut sebuah studi terbaru.

Mitos populer mengatakan pelukis Renaissance itu wafat akibat sifilis pada 1520 akibat terlalu banyak 'bermain wanita', namun pemeriksaan ahli menyebut dia meninggal akibat infeksi.

Menurut sejarawan Michele Augusto Riva pada media Perancis AFP, Raphael yang demam tinggi adalah sosok pelukis, desainer dan arsitek produktif yang sangat disayang oleh Paus.

Paus bahkan mengirimkan dokter terbaik di Roma kepada Raphael karena takut kehilangan sosok seniman tak ternilai itu.

Namun, menurut pelukis Italia, Giorgio Vasari, Raphael tidak memberitahu kepada dokternya bahwa dia sering 'jalan-jalan malam di udara dingin' untuk mengunjungi beberapa wanita.

"Saat itu, lebih dan sangat dingin di bulan Maret kala itu, dan dia seperti menderita pneumonia," ungkap Riva, sang sejarawan.

Dokter kala itu mendiagnosis Raphael dengan demam yang disebabkan oleh pendarahan yang semakin membuatnya lemah.

Seniman itu adalah sosok manusia ajaib yang merupakan salah satu dari 'trinitas hebat Renaissance' bersama dengan sosok Michelangelo dan Leonardo da Vinci.

Raphael diantar ke tempat peristirahatan terakhir dengan pujian tertinggi yang disematkan kepadanya di pemakaman besar di Vatikan, Pantheon, sebuah pemakaman bergengsi di Italia.

Setiap tahunnya, mawar merah selalu menghiasi makam Raphael.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved