Idul Adha
SEJARAH Idul Adha, Iman Ibrahim Diuji dengan Pengorbanan Anak Lelakinya: Aku Serahkan Semuanya
Idul Adha juga disebut dengan “Hari Raya Haji”, waktu ketika kaum muslim yang sedang menunaikan haji yang utama, yaitu wukuf di Arafah.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Tak lama lagi umat islam akan merayakan Hari Raya Idul Adha.
Namun ada baiknya umat Islam mengetahui sejarah Hari Raya Idul Adha.
Idul Adha 1441 H atau 2020 dilaksanakan sedikit berbeda, karena ada Pandemi Virus Corona atau COVID-19.
Pemerintah telah mengeluarkan peraturan seperti yang dijelaskan di akhir artikel.
Idul Adha merupakan Hari Raya umat muslim yang dilakukan setiap 10 Dzulhijjah.
Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar sidang isbat penentuan awal Dzulhijjah pada 21 Juli 2020 mendatang.
Melalui sidang isbat inilah akan ditetapkan tepatnya kapan Hari Raya Idul Adha 2020 atau 1441 Hijriyah.
Idul Adha juga disebut dengan “Hari Raya Haji”, waktu ketika kaum muslim yang sedang menunaikan haji yang utama, yaitu wukuf di Arafah.
Dilansir dari jabar.kemenag.go.id, Hari Raya Idul Adha atau Idul Qurban diperingati karena pada hari itu Allah memberi kesempatan kepada kita untuk lebih mendekatkan diri kepada-Nya.
Idul Adha dinamai juga “Idul Nahr” artinya hari raya penyembelihan.
Hal ini untuk memperingati ujian paling berat yang menimpa Nabi Ibrahim.
Akibat dari kesabaran dan ketabahan Ibrahim dalam menghadapi berbagai ujian dan cobaan, Allah memberinya sebuah anugerah, sebuah kehormatan “Khalilullah” (kekasih Allah).
Dalam kitab “Misykatul Anwar” disebutkan bahwa konon, Nabi Ibrahim memiliki kekayaan 1000 ekor domba, 300 lembu, dan 100 ekor unta.
Ketika Ibrahim ditanya oleh seseorang “milik siapa ternak sebanyak ini?”
Maka dijawabnya “Kepunyaan Allah, tapi kini masih milikku, sewaktu-waktu bila Allah menghendaki, aku serahkan semuanya, jangankan cuma ternak, bila Allah meminta anak kesayanganku Ismail, niscaya akan aku serahkan juga.”