Minggu, 3 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Internasional

China dan Rusia Mulai Bersatu, Sama-sama Kecam Amerika yang Hidupkan Mentalitas Perang Dingin

Amerika serikat kini menjadi perbincangan dari dua negara pemegang hak veto yaitu Chian dan Rusia.

Tayang:
Editor: Rhendi Umar
AFP
Presiden China, Xi Jinping dan Presiden Rusia, Vladimir Putin. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Amerika serikat kini menjadi perbincangan dari dua negara pemegang hak veto yaitu Chian dan Rusia.

Menteri Luar Negeri China Wang Yi melakukan pembicaraan dengan Manteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov.

Isu soal Amerika Serikat pun tak luput dari topik perbincangan.

Wang mengatakan kepada Lavrov bahwa Beijing merasa Amerika Serikat menghidupkan kembali mentalitas Perang Dingin dalam kebijakannya terhadap China.

Dalam laporannya, Xinhua juga mengutip Lavrov yang mengatakan bahwa Rusia menentang unilateralisme dalam urusan internasional.

Pernyataan itu muncul ketika ketegangan antara Amerika Serikat dan China makin meningkat karena penerapan hukum keamanan nasional China di Hong Kong.

Selain itu isu perang dagang yang sedang berlangsung antara kedua ekonomi dan penanganan mereka terhadap wabah virus corona juga kian meruncing.

Laut China Selatan Kian Memanas, Kok Malaysia Hanya Diam?

Mantan Menteri Luar Negeri Malaysia Anifah Aman sampai harus menegur Menlu Malaysia saat ini Hishammuddin Hussein soal hal tersebut.

Terlebih Amerika Serikat kian mengeraskan posisinya melawan China atas jalur perairan yang disengketakan tersebut.

Anifah, yang adalah menteri luar negeri selama sembilan tahun hingga jatuhnya pemerintahan mantan pemimpin Malaysia Najib Razak dalam pemilihan Mei 2018, memperingatkan Hishammuddin pada hari Kamis karena mengatakan kapal-kapal China tidak menyusup ke perairan Malaysia selama 100 hari terakhir.

Padahal gambar dan penampakan satelit sudah jelas menunjukkan hal yang sebaliknya.

“Saya terkejut dengan pernyataan menteri. Dia bisa menyangkal atau tidak mengetahui fakta. Lebih buruk lagi, ia bermain politik dengan kepentingan maritim dan strategis Malaysia,” kata Anifah.

Hishammuddin sendiri menjadi Menlu Malaysia sejak bulan Maret. Sebelumnya ia adalah Menteri Pertahanan saat pemerintahan Najib.

Dia mengatakan pada hari Rabu bahwa dalam 100 hari pertamanya di kantor, "kapal Tiongkok belum terlihat di perairan kita".

Sumber: Kontan
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved