Senin, 20 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Tokoh

17 Juli 1909, Ulama Pejuang Mohammad Natsir Lahir, Sosok Demokratis-Religius

Pria kelahiran Lembah Gumanti, Solok, Sumatera Barat ini dikenal sebagai ulama, politisi dan pejuang kemerdekaan Indonesia.

Editor: Rizali Posumah
NET
Mohammad Natsir, tokoh Islam dan Nasionalis Indonesia. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Hari ini 17 Juli tahun 1909 Mohammad Natsir lahir. Ia adalah tokoh Nasional sekaligus tokoh Islam di Indonesia. 

Pria kelahiran Lembah Gumanti, Solok, Sumatera Barat ini dikenal sebagai ulama, politisi dan pejuang kemerdekaan Indonesia. 

Natsir adalah pendiri partai politik Masyumi. Ia pernah menjabat sebagai Perdena Menteri Indonesia. 

Di kancah internasional Natsir pernah menjabat sebagai presiden Liga Muslim se-Dunia (World Muslim Congress) dan ketua Dewan Masjid se-Dunia.

Natsir merupakan putra dari pasangan Mohammad Idris Sutan Saripado dan Khadijah dan memiliki tiga saudara kandung. 

Natsir dibesarkan di lingkungan Islam yang taat. Kakeknya adalah seorang ulama. 

Dilahirkan di daerah Minangkabau yang merupakan daerah yang mempunyai peranan besar dalam penyebaran cita-cita pembaharuan Islam membuat karakter M. Natsir menjadi sosok yang berkepribadian religius.

Hal itu dibuktikannya dengan pendapatnya tentang pembukaan ruang “ijtihad” baru dan tidak melulu mengambil dalil tradisional. Hal itu didasarkan pada realita yang berkembang dan membutuhkan hukum baru, begitu juga dengan agama yang mana melingkupi realita-realita baru dan kontemporer.

Bahkan dalam pandangan M. Natsir, politik pun merupakan aktualisasi ibadah dalam mematuhi seruan Tuhan.

Mohammad Natsir memulai pendidikan formal pertamanya selama dua tahun di Sekolah Rakyat Maninjau.

Kemudian melanjutkan ke di Hollandsch Inlandsche School di Padang.

Dari sana, beberapa bulan kemudian Natsir pindah ke Solok. Di sini ia tinggal di rumah saudagar yang bernama Haji Musa.

Selain bersekolah di HIS, Natsir belajar di Madrasah Diniyah saat malam hari.

Pada tahun 1923, ia meneruskan pendidikan di Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO).

Di tahun inilah, jiwa nasionalisme seorang Mohammad Natsir mulai membesar.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved