Kamis, 21 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

NEWS

Prabowo dan Anies Baswedan Bertarung di Hasil Survei, Refly Harun: Ganjar Harus Berjuang Keras

Pakar hukum tata negara Refly Harun membahas skenario pasangan calon presiden dan calon wakil presiden pada Pemilihan Presiden 2024.

Tayang:
Editor: Rhendi Umar
Kolase Tribun Manado/Istimewa
Prabowo dan Anies Baswedan Berjuang di Hasil Survei, Refly Harun: Ganjar Harus Berjuang Keras 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pemilihan Presiden masih sangat jauh, namun pembahasan seputar bakal calon yang akan mengikuti pertarungan papan 1 Indonesia sudah mulai dibahas.

Terkini Pakar hukum tata negara Refly Harun membahas skenario pasangan calon presiden dan calon wakil presiden pada Pemilihan Presiden 2024.

Dilansir TribunWow.com, hal itu ia sampaikan dalam kanal YouTube Refly Harun, diunggah Rabu (15/7/2020).

Diketahui sejumlah nama diprediksi akan maju dalam pilpres empat tahun mendatang, termasuk Prabowo Subianto yang sudah dua kali mengajukan diri.

Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun ikut mengomentari soal rangkap jabatan Fadjroel Rachman channel YouTubenya pada Kamis (11/6/2020).
Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun ikut mengomentari soal rangkap jabatan Fadjroel Rachman channel YouTubenya pada Kamis (11/6/2020). (YouTube Refly Harun)

Refly menilai kemungkinan pasangan calon tergantung pada hasil survei elektabilitas menjelang 2024.

Awalnya ia membahas elektabilitas Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo jika disandingkan dengan Ketua DPR Puan Maharani.

Kedua tokoh tersebut berasal dari PDIP.

"Kalau calon wakil presidennya Puan Maharani bersama Prabowo, Ganjar tidak akan mendapatkan slot sebagai calon presiden atau calon wakil presiden," kata Refly Harun.

Refly menyebutkan nasib Ganjar akan ditentukan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

"Kalau Ganjar menjelang Pilpres 2024 elektabilitasnya paling tinggi nomor satu, maka nasibnya mungkin seperti Jokowi, Ibu Mega atau PDIP bersedia mencalonkan dia sebagai presiden," paparnya.

"Yang menjadi masalah adalah siapa calon wakil presidennya?" lanjut pakar hukum tersebut.

Menurut Refly, penentuan calon bergantung pada elektablitasnya.

Ia membandingkan dengan situasi Pilpres 2019 di mana tokoh nonpartai diajukan untuk mendampingi Joko Widodo (Jokowi).

"Kalau elektabilitasnya tinggi dan tidak membutuhkan koalisi partai lain seperti Jokowi di dalam Pilpres 2019 kemarin, tidak butuh sosok partai politik, cukup orang di luar partai politik," paparnya.

Saat itu nama Mahfud MD hampir diajukan sebelum akhirnya pilihan jatuh kepada Ma'ruf Amin.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved