Breaking News:

Torang Kanal

Gadis Cantik Ini Sebut Reaktif Belum Tentu Positif Covid-19

Rapid test yang dilakukan adalah metode skrining awal untuk mendeteksi antibodi, dan bila diketahui reaktif akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut

Istimewa
Vrilly Indah Kawalo 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Rapid test yang dilakukan adalah metode skrining awal untuk mendeteksi antibodi, dan bila diketahui reaktif akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut ke swab.

Bagi Vrilly Indah Kawalo katakan, pemeriksaan ini tidak bisa menjadi patokan untuk mendiagnosis penyakit Covid-19, karena jika dalam keadaan flu dan melakukan rapid test, pasti akan keluar hasil reaktif karena antibodinya muncul dan hasil rapid tes reaktif belum tentu kena corona atau positif Covid-19.

"Terlihat jelas saat ini masyarakat yang ada di pedesaan sangat ketakutan dengan adanya isu-isu yang beredar mengenai pemeriksaan rapid test yang reaktif , malah dijauhi banyak masyarakat," kata perempuan kelahiran Pusian, 20 Agustus 1998.

Perempuan yang hobi menyanyi ini, juga mengatakan, yang terpenting sekarang adalah selalu berpikir proporsional, ketika mencerna informasi, waspada harus tapi untuk ketakutan tidak karena itu malah bisa membunuh diri sendiri.

Cegah Penyebaran Covid-19, Pasar Tomohon Bakal Disemprot Disinfektan

"Jangan sampai karena ketakutan, bukannya terkena corona malah terkena jantungan hanya karena ketakutan dengan isu-isu yang beredar," tambah perempuan yang ingin menjadi Guru.

Anak kedua dari empat bersaudara ini mengajak teman-teman dan masyarakat agar tetap waspada dan bekerja tapi patuhi aturan dari pemerintah, karena bagaimana bisa bertahan hidup tanpa bekerja dan menghasilkan uang untuk memenuhi kebutuhan yang ada di rumah.

"Jujur saja sampai saat ini masih bingung dengar Covid-19 yang ada di Indonesia dan yang ada di Cina bahkan negara lain. Bagi saya video corona yang ada di Cina sangat mengerikan, tapi yang terlihat saat ini di Sulawesi Utara, yang sudah lebih dari 1000 kasus positif Covid-19, aman-aman saja malah yang mengerikan isu-isu-nya saja," aku anak dari ayah Aldrin Kawalo dan ibu Margaritha Assa.

Bagi perempuan yang lulus di SMK Kristen Kotamobagu, memang Covid-19 ada tapi tidak seperti isu-isu yang beredar. Bahkan menurutnya yang lebih menakutkan adalah penyakit TBC juga HIV dan Aids.

Karena bagi mahasiswa di Unima ini, sampai sekarang belum ada yang meninggal karena disebabkan murni hanya karena virus corona. Tetapi kematian hanya disebabkan penyakit penyerta.

Sekprov Instruksikan Proses Pengadaan Barang Jasa Dipersingkat di Masa Covid-19

Wakil satu putri Biologi 2018 Unima ini juga sampaikan, seorang yang terkena penyakit jantung, ginjal, TBC dan penyakit lain pastinya rentan akan virus ini sehingga daya tahan tubuh lemah bahkan sampai bisa saja sampai meninggal dunia.

"Saat ini sudah masuk pada era New Normal, mari kita jaga pola hidup sehat, mengingat pandemi Covid-19 masih berlangsung, kita harus tetap menerapkan langkah pencegahan dasar kapan pun dan di manapun kita berada intinya jangan khawatir yang berlebihan waspada," ajaknya.

Ia berharap, bagi masyarakat jangan memaksakan diri untuk keluar rumah saat sedang tidak fit atau enak badan, bila keperluan sudah selesai, segera kembali ke rumah segera mandi dan ganti pakaian bersih sebelum bersantai atau berkumpul dengan keluarga.(fis)

HUT ke-397 Manado, Ini Harapan Wali Kota Vicky Lumentut

Penulis: Fistel Mukuan
Editor: David_Kusuma
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved