Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Internasional

Warren Buffet Tak Selera Berinvestasi di 2020, Para Investor Peringatkan Kehancuran Pasar

Dikutip dari Yahoo Finance, Minggu (12/7/2020), banyak orang merasa aneh bahwa Buffett telah kehilangan selera investasinya pada tahun 2020 ini.

Editor: Isvara Savitri
REUTERS
Warren Buffett. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, NEW YORK - Pandemi virus corona (Covid-19) mengubah banyak hal di dunia salah satunya di bidang perekonomian.

Bahkan para investor dan miliarder dunia yang dipimpin oleh The GOATs of Investing memperingatkan akan datangnya kehancuran pasar besar-besaran.

Investor kawakan seperti Warren Buffett yang memilih menahan diri dibanding menebar uang di pasar saham juga menjadi salah satu peringatan bagi dunia.

Dikutip dari Yahoo Finance, Minggu (12/7/2020), banyak orang merasa aneh bahwa Buffett telah kehilangan selera investasinya pada tahun 2020 ini.

Konglomerat Buffett masih memiliki uang tunai sebanyak US$ 137 miliar.

Berskhire Hathaway hanya melakukan satu kesepakatan signifikan selama pandemi ini yakni membeli aset transmisi dan penyimpanan gas milik Dominion Energy sebesar US$ 9,7 miliar.

Sementara, banyak orang yang tinggal di rumah karena Covid-19 sedang bermain di pasar saham. Langkah yang dilakukan para amatir ini sebenarnya mengkhawatirkan Buffett.

Buffett tidak suka membeli saham dan berspekulasi tanpa berpikir seperti yang dilakukan para trader harian, yang saat ini tengah bersemangat mengumpulkan saham-saham yang tertekan.

Pasar saham saat ini memiliki kemiripan dengan kondisi pada awal tahun 2000 saat terjadinya gelembung dot.com.

Buffett mengatakan, investor berfokus bukan pada apa yang dihasilkan oleh aset, melainkan pada apa yang akan dibayarkan oleh orang berikutnya atau investors are focusing not on what an asset will produce but rather on what the next fellow will pay for it.

NBA personality dan pemilik waralaba Dallas Mavericks, Mark Cuban, berbagi sentimen Buffett.

Dia meyakini bahwa reli pasar saham yang terengah-engah akan berakhir setelah diketahui seberapa besar kehancuran akibat pandemi.

Sementara para trader harian menghasilkan uang dengan berpikir bahwa mereka jenius di pasar saham.

Investor miliarder lainnya dan CEO Oaktree Capital di AS, Howard Marks, mengatakan, orang membeli saham untuk bersenang-senang.

Namun ia menasihatkan agar jangan menjadikan saham pasar judi karena memperdagangkan saham secara sembrono itu tidak sehat.

Halaman
12
Sumber: Kontan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved