Kamis, 18 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

News

Edhie Baskoro Yudhoyono Meminta Pemerintah Mempercepat Serapan Anggaran Kesehatan

Soal anggaran kesehatan, Terkait hal tersebut dari Fraksi Partai Demokrat DPR RI memita untuk mempercepat proses serapannya.

Tayang:
Editor: Glendi Manengal
Tribunnews.com, Chaerul Umam
Fraksi Partai Demokrat menggelar audiensi dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) di Ruang rapat FPD Gedung Nusantara DPR, Senayan, Jakarta. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Soal anggaran kesehatan.

Terkait hal tersebut dari Fraksi Partai Demokrat DPR RI memita untuk mempercepat proses serapannya.

Hal tersebut disampaikan Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono pada, Senin (13/7/2020).

Masih Ingat Penembakan Massal di Masjid Selandia Baru? Kini Pelaku Memecat Pengacaranya

Kakak Adik Jatuh dan Terseret Ombak saat Selfie Diatas Batu Karang, 1 Orang Hilang

Netizen Ribut, Beredar Video di Twitter Media China Klaim Kerajinan Tradisional Batik

Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono meminta pemerintah melalui kementerian terkait, mempercepat serapan anggaran kesehatan.

Selain itu, distribusi peralatan kesehatan juga harus dimaksimalkan.

"Distribusi peralatan kesehatan, juga belum maksimal. Kami merasakan keprihatinan tenaga medis, bagaikan tentara di garis perbatasan yang hendak berperang tetapi tidak dibekali dengan senjata," kata Ibas, sapaan akrabnya, kepada wartawan, Senin (13/7/2020).

Sebelumnya, Fraksi Partai Demokrat telah melakukan audiensi dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) di Ruang rapat FPD Gedung Nusantara DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (10/7/2020).

Ibas menegaskan bahwa FPD akan terus mengawal kebijakan penanganan Covid-19 yang belum sepenuhnya sesuai harapan.

Penyerapan dana Covid-19 yang belum maksimal, juga disebutkan Ibas sebagai concern FPD yang terus disampaikan kepada pemerintah.

Sementara dalam kesempatan audiensi itu, Ketua IDI Daeng M Faqih antara lain menjelaskan bahwa realisasi pencairan insentif untuk tenaga medis baru sebesar Rp 437,3 miliar kepada 99.309 tenaga medis yang menangani Covid-19 per 2 Juli 2020.

Rincian 99.309 orang yang menerima insentif ini terdiri dari 43.952 tenaga medis pusat dan 55.357 tenaga medis daerah.

Terkait hal ini, anggota FPD yang juga Wakil Ketua Komisi X, Dede Yusuf mengatakan bahwa anggaran untuk penanganan Covid-19 merupakan concern bersama.

"Kemarin kami coba merelokasi dana pendidikan 5 triliun untuk mendambah relawan tenaga medis, terutama mahasiswa semester akhir yang ditugaskan di berbagai rumah sakit dan membantu pemerintah daerah. Kita ingin tahu juga apakah itu sudah benar-benar dilakukan? Karena anggarannya lumayan besar," kata Dede.

Hal lain, Kemenkes menetapkan batas tertinggi pemeriksaan rapid test antibodi untuk mendeteksi virus corona (Covid-19) sebesar Rp. 150.000 yang tertuang dalam Surat Edaran Nomor HK. 02.02/I/28755/2020 tentang Batasan Tarif Tertinggi rapid test antibodi.

"Namun, belum ada standarisasi harga untuk tes swab yang saat ini harganya cukup mahal dengan besaran yang variatif.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 00:00 WIB
Portugal
Portugal
1 - 1
DR Congo
RD Kongo
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 03:00 WIB
England
Inggris
Live
Croatia
Kroasia
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ghana
Ghana
VS
Panama
Panama
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 09:00 WIB
Uzbekistan
Uzbekistan
VS
Colombia
Kolombia
Grup A - Matchday 2
Kamis, 18 Juni 2026 | 23:00 WIB
Czechia
Ceko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved