Update Virus Corona Boltim
Masuk Zona Hijau, Petugas Tim Gugus Perbatasan Boltim Akan Ditarik
Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) merupakan satu di antara kabupaten di seluruh Indonesia yang masuk dalam kategori zona hijau
Penulis: Siti Nurjanah | Editor: David_Kusuma
TRIBUNMANADO.CO.ID, TUTUYAN - Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) merupakan satu di antara kabupaten di seluruh Indonesia yang masuk dalam kategori zona hijau dampak Covid-19.
Dengan demikian, Bupati Boltim S Landjar mengatakan, semua petugas tim gugus tugas Covid-19 yang melakukan pengawasan pada lima titik pos di perbatasan akan ditarik.
“Saya sudah instruksikan kepada Sekretaris Daerah (Sekda), untuk membuka Pos Covid-19 di lima titik dan semua petugas tim gugus tugas pengawasan ditarik. Untuk waktu kita belum pastikan, namun dalam waktu dekat ini,” ujarnya.
Menurutnya, arus keluar masuk di Boltim tetap biasa tetapi prosedur pengawasan akan diserahkan ke pemerintah desa (Pemdes).
• KWL Serahkan Langsung Bantuan Kepada Warga
"Meski akan ditarik, pengawasan harus tetap ada. Di mana masuk dan keluar Pemerintah Desa harus mengawasi," ucapnya.
Ia menjelaskan, tanggungjawab pengawasan dialihkan pada masing-masing desa.
"Pemdes harus memprotect. Semua harus diawasi siapa pun warganya yang keluar begitu pula ketika ada tamu yang masuk di wilayah desa itu. dan wajib Pemdes membuat rumah singgah,” ucap Bupati.
Menurutnya, terkait dibukanya pos-pos penjagaan pada semua titik di perbatasan bukan berarti virus ini sudah berakhir.
• Kekerasan Terhadap Anak, Waspadai Predator Seksual Anak di Sulut
"Siapa pun tetap memperhatikan dengan menerapkan protokol kesehatan harus menggunakan masker, menjaga jarak dan rajin cuci tangan serta berolahraga yang cukup," ucapnya.
Lanjutnya, terkait pelaksanaan syukuran atau pesta nikah masih tetap ada pembatasan yang hadir dengan jumlah besar.
"Tetap kita harus waspada walaupun wilayah Boltim masuk daerah zona hijau dari penyebaran COVID-19,” tegasnya.
Ia menambahkan, meskipun sudah diakhiri pemeriksaan di setiap pos penjagaan tapi tim gugus tugas Dinas Kesehatan (Dinkes) tetap harus mobile.
"Mereka harus siaga dan bekerja ekstra. Dinkes yang mobile, setiap ada kejadian instansi kesehatan ini harus respons,” tegasnya kembali. (ana)