Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Heboh

Profil Wali Kota Seoul Park Won-soon yang Tewas Gantung Diri, Jadi Perhatian Publik

Publik Korea Selatan (Korsel) gempar setelah Wali Kota Seoul Park Won-soon ditemukan tewas gantung diri.

Editor: Alexander Pattyranie
JUNG YEON-JE via KOMPAS.COM
Sosok Wali kota Seoul Park Won-Soon saat diabadikan pada 4 Juni 2014 di pos pemilihannya di Seoul. - Wali kota Seoul yang lantang Park Won-soon, lama dipandang sebagai kandidat potensial presiden Korea Selatan, ditemukan tewas pada 10 Juli 2020, kata polisi. Dia berusia 64 tahun. Seorang mantan karyawan Kota Seoul mengajukan pengaduan polisi - yang diduga melibatkan pelecehan seksual - terhadapnya pada 8 Juli. Jenazah Park ditemukan di sebuah gunung di Seoul utara, kata polisi, setelah penggeledahan oleh ratusan petugas. 

pemilihan presiden 2022.

Sepak terjangnya dalam politik kemanusiaan masih menjadi perhatian publik, di mana dia memperjuangkan proyek-proyek

kesejahteraan kota dan menjadi simbol reformasi pada 2019 di kota yang memiliki populasi sekitar 10 juta penduduk itu.

Awal kiprah Park Won-soon di kancah politik pun langsung menarik perhatian publik, karena ia terpilih sebagai wali kota

dengan jalur independen dan tanpa pengalaman politik.

Saat itu, ia mendapatkan kemenangan besar yang tak terduga karena melawan partai yang berkuasa hampir satu dekade.

Melansir dari New York Times pada Kamis (9/7/2020), sebelum menjabat sebagai wali kota Seoul, Park Won-soon dikenal

sebagai pengacara hak asasi manusia terkemuka yang membela hak-hak kelompok sipil.

Sebagai seorang pengacara, ia memenangkan beberapa kasus besar termasuk kasus pelecehan seksual

pertama Korea Selatan.

Dia juga berkampanye untuk hak-hak wanita penghibur dan budak seks, wanita yang dipancing atau

dipaksa bekerja di rumah bordil untuk Tentara Jepang selama Perang Dunia II.

Selama kediktatoran militer pada 1980-an, Park Won-soon membantu memenangkan putusan bersalah terhadap seorang

perwira polisi, yang mencabuli seorang aktivis mahasiswa perempuan selama interogasi.

Pada 1990-an, ia membantu memenangkan tuntutan ganti rugi untuk seorang asisten dosen di Universitas Nasional Seoul.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved