Sabtu, 30 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

1.262 Calon Perwira TNI AD Terpapar Virus Covid-19

Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat (Secapa AD) di Kota Bandung Jawa Barat, akhirnya diisolasi, menyusul ditemukannya 1.262 kasus positif

Tayang:
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
Dok BNPB via Wartakotalive
Doni Monardo, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA -  Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat (Secapa AD) di Kota Bandung Jawa Barat, akhirnya diisolasi, menyusul ditemukannya 1.262 kasus positif di sekolah pendidikan TNI yang terletak di Hegarmanah, Cidadap, Kota Bandung itu.

Belanda Tunjuk Kuasa Hukum Maria Pauline Lumowa

Keputusan mengisolasi sekolah calon petinggi TNI Angkatan Darat itu diambil oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil dan Panglima Kodam III Siliwangi, Mayjen Nugroho Budi Wiryanto.

Menurut Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19,  Doni Monardo, seorang pun dan siapa pun tidak diperbolehkan masuk ke Secapa, sebaliknya dari dalam Secapa pun tidak boleh ada yang keluar.

"Tidak ada lagi yang memberikan izin kepada siapapun untuk memasuki area tersebut. Jadi karantina lokal. Engga boleh ada yang keluar masuk," ujar Doni Monardo di Kalimantan Tengah,  Kamis, (9/7).

Doni mengatakan, selain karantina lokal, Gubernur dan Pangdam juga telah mengisolasi para siswa Secapa AD yang dinyatakan positif Covid-19, termasuk keluarganya.

Lebih jauh Jenderal bintang tiga itu mengatakan, sebagian besar mereka yang positif, tidak menunjukan gejala atau berstatus OTG (orang tanpa gejala). Hanya 17 orang yang dilarikan ke rumah sakit karena menunjukan gejala.

Arti Mimpi Menikah: Dengan Mantan hingga Orang Tak Dikenal, Ini Tafsirannya

" Sementara sisanya semua dalam kondisi prima, masih melakukan aktivitas sehari hari," katanya.

Sebelumnya, lonjakan kasus positif Covid-19 pada Kamis (9/7) yakni 2.657 kasus memunculkan klaster di sekolah calon perwira (Secapa) TNI AD, di Bandung Jawa Barat.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengatakan, sebanyak 962 orang terinfeksi Covid-19 di Jawa Barat. Dari jumlah tersebut, sebagian besar dari Secapa AD. Bila diakumulasikan dengan temuan hari sebelumnya, terdapat 1262 orang positif di klaster Secapa AD.

"Ini didapatkan dari klaster yang sudah kita lakukan epidemiologi sejak tanggal 29 kemarin berturut-turut, yaitu klaster di pusat pendidikan sekolah calon perwira TNI AD, kita dapatkan keseluruhan kasus positif dari klaster ini sebanyak 1.262 orang," ujar Yurianto.

Yurianto menyebut sebanyak 17 orang dirawat dan diisolasi di RS Dustira Cimahi karena keluhan ringan.

"Beberapa di antaranya mengeluh di pernafasannya, baik batuk maupun agak sesak," papar Yuri.

Adapun 1.245 orang lainnya, dikatakan Yurianto, tanpa keluhan apa pun.

"Saat ini semuanya kita karantina di wilayah pendidikan Secapa AD di Bandung. Isolasi dilakukan dengan ketat sesuai protokol kesehatan," ujarnya.

Selain karantina, Yuri mengatakan, pelarangan aktivitas keluar masuk komplek pendidikan Secapa.

Jangan Khawatir

Dalam upaya karantina wilayah dan isolasi para peserta didik dan tenaga pelatih yang terkonfirmasi positif COVID-19, Yuri mengatakan, pelaksanaannya diawasi secara ketat dengan pantauan dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Dinas Kesehatan Kota Bandung, dan khususnya dari unsur kesehatan Kodam 3 Siliwangi setiap hari.

Oleh sebab itu, Kodam 3 Siliwangi memastikan tidak akan terjadi penularan hingga keluar komplek dan diharapkan masyarakat sekitar tidak perlu khawatir, khususnya bagi keluarga dari para peserta karantina.

Sehan Landjar: Tim PKK Boltim Peranggi Pandemi Covid-19 dan Pertahankan Zona Hijau

"Kami memastikan,  tidak akan terjadi penularan keluar komplek, karena kita menjaga dengan ketat, agar betul-betul pelaksanaan karantina kewilayahan, bisa dijalankan secara maksimal," Kata Yuri.

"Kami mohon masyarakat untuk tenang, tidak perlu panik. Karena ini sudah ditangani secara profesional, sesuai dengan standard Internasional. Kita melakukan karantina wilayah, dan kemudian kita menjamin sepenuhnya bahwa evaluasi terhadap peserta karantina, dijalankan dengan maksimal," kata Yuri.

Di sisi lain, Yuri yang juga menjabat sebagai Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Kementerian Kesehatan RI, meminta agar keluarga para peserta didik dapat memahami dan memaklumi kondisi yang sedang terjadi.

Meskipun dalam proses karantina dan isolasi, para pihak keluarga masih dapat melakukan komunikasi menggunakan gawai maupun perangkat komunikasi elektronik lainnya.

"Oleh karena itu, kami juga berharap keluarga para peserta didik, yang berasal dari seluruh Indonesia, memahami ini, memaklumi ini, dan masih tetap bisa melaksanakan kontak komunikasi menggunakan telepon, atau sarana media yang lain, dengan keluarganya yang saat ini kita karantina," jelas Yuri. (taufik/nanti/tribunnetwork/cep)

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved