Kisah Kopassus
Kisah Kopassus ke Pedalamam Papua Mencari Putra Miliarder Amerika
prajurit Kopassus diberikan sebuah misi setelah ditemukannya jasad Rockfeller yang hanya berupa sepotong kaki masih mengenakan sepatu.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Komando Pasukan Khusus (Kopassus) adalah pasukan elite yag dimiliki TNI AD.
Pasukan baret merah ini dulu namanya Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD).
Kisah para Kopassus selalu menarik untuk disimak, termasuk peristiwa saat mencari jasad putra miliader amerika yang hilang di Papua pada era 1969 silam.
• Wanita Ini Emosi Lihat Tulisan di Cup Starbucks, Manajemen Ganti Baru dan Beri Kartu Rp 360 Ribu
• Selamat, Moeldoko Hari Ini Genap Usia ke-63 Tahun, Berikut Profil Kepala Staf Kepresidenan
Dilansir oleh Intisari.com, prajurit Kopassus diberikan sebuah misi setelah ditemukannya jasad Rockfeller yang hanya berupa sepotong kaki masih mengenakan sepatu.
Berdasarkan sepatu itulah, sepotong kaki tersebut dikenali sebagai jasad dari mendiang.
Kabar kematian Rockfeller dengan cara yang sangat tragis itu pun menjadi perhatian dunia internasional termasuk rumor bahwa Rockfeller telah dimakan oleh suku terasing yang tinggal di hutan belantara Papua Nugini.
Rumor tentang keberadaan suku pemakan manusia itu tak hanya beredar di Papua Nugini namun juga menyebar ke kawasan pedalaman Irian Barat (Papua).
Pada tahun 1960-an daerah Papua tersebut memang masih merupakan hutan lebat yang belum terjamah.
Pada 5 Mei 1969 meski rumor tentang keberadaan suku pemakan manusia di pedalaman Papua masih santer, sekitar 7 anggota pasukan baret merah (RPKAD/Kopassus), 5 anggota Kodam XVII Cenderawasih Papua dan tiga warga asing yang juga kru televisi NBC, AS serta satu wartawan TVRI, Hendro Subroto melaksanakan ekspedisi ke Lembah X yang berlokasi di lereng utara gunung Jayawijaya.
• TERBARU, Promo Telkomsel Hari ini 8 Juli 2020: Kartu Perdana Internet Murah Hanya Rp 30 Ribuan
• 3 Pelaku Jual Bayi Hasil Hubungan Gelap Rp 20 Juta Ditangkap Polisi, Punya Peran Berbeda-beda
Tim ekspedisi yang berjumlah total 16 orang itu dipimpin oleh personel RPKAD Kapten Feisal Tanjung sebagai Komandan Tim dan Lettu Sintong Panjaitan sebagai Perwira Operasi.
Lokasi ekspedisi disebut sebagai Lembah X dan berada di lereng utara Gunung Jayawijaya yang berpemandangan elok sekaligus merupakan tempat yang belum pernah dijamah oleh manusia dari luar.
Suku setempat masih dikenal sebagai suku yang sangat terasing dan dimungkinkan merupakan suku yang masih memakan manusia seperti yang dialami oleh Rockfeller.
Dengan risiko yang tinggi itu pengendali ekspedisi Pangdam XVII/Cenderawasih Brigjen TNI Sarwo Edhie Wibowo berpesan agar tim siap menghadapi kemungkinan terburuk.
Dalam menjalankan ekspedidi semua anggota militer mengenakan seragam militer lengkap, bersenjata senapan serbu AK-47 dan pistol, parang, tali-temali dan lainnya.
Sebelum tim ekspedisi Lembah X diterjunkan melalui udara Lettu Sintong terlebih dahulu melakukan orientasi medan melalui udara dengan cara menumpang pesawat misionaris jenis Cesna.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/suku-kanibal-di-papua-445555.jpg)