Tokoh
8 Juli 1994, Pemimpin Pertama Korea Utara Kim Il Sung Meninggal, Sosok yang Akrab dengan Bung Karno
Soekarno pernah menghadiahkan Kim Il Sung sebuah anggrek yang kemudian diberi nama Kimilsungia.
Namun satu tahun kemudian, Kim Il Sung membatalkan kesepakatan dan memutus segala jenis hubungan kerja sama dengan Korea Selatan.
Pada 1994, Kim Il Sung memulai pembangunan energi nuklir dan memulai proyek pengembangan rudal balistik.
Kim Il Sung meninggal dunia pada 8 Juli 1994 tidak lama sebelum puncak pertemuan dengan Presiden Korea Selatan yang telah dirancanakan sebelumnya.
Pengunjung memberikan penghormatan kepada pemimpin Korea Utara, Kim Il Sung dan Kim Jong Il di Pyongyang, Korea Utara (wikimedia.org)
Kim Il Sung wafat karena serangan jantung di usia 82 tahun.
Hingga kini potret foto dan patung Kim Il Sung berdiri kokoh di berbagai sudut Korea Utara.
Jasad Kim Il Sung dibalsem dan disimpan dalam peti kaca di Kumsusan Palace of the Sun, Pyongyang, Korea Utara.
Akrab dengan Soekarno

Soekarno dan Kim Il Sung dikenal sangat akrab. Ini tak lain karena pada waktu itu, arah politik Indonesia cenderung memihak ke negara-negara kiri (negara-negara dengna ideologi komunis).
Menurut Duta Besar DPRK atau Korea Utara Ri Jong Ryul, eratnya hubungan Soekarno dan Kim Il Sung dimulai sejak tahun 1964.
Waktu itu Soekarno melakukan kunjungan resmi ke DPRK, yang dibalas dengan kunjungan Kim Il Sung dan anaknya Kim Jong Il ke Indonesia pada April 1965.
Saat mengunjungi Indonesia, Kim Il Sung diajak ke Kebun Raya Bogor.
Soekarno memberikan anggrek yang kemudian diberi nama Kimilsungia.
Anggrek tersebut kemudian dibudidayakan secara luas di Korea Utara dan setiap tahun diadakan Festival Kimilsungia.
Bunga ini menjadi simbol persahabatan antar dua negara.
Kim Il Sung kakek Kim Jong Un memimpin Korea Utara sejak tahun 1948.