Menteri KKP Cuek Dibully: Ekspor Benih Lobster Demi Rakyat
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menanggapi polemik ekspor benih lobster yang menyeret kader Partai Gerindra
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menanggapi polemik ekspor benih lobster yang menyeret kader Partai Gerindra di perusahaan eksportir komoditas tersebut. Edhy menyatakan sejak awal kebijakan ekspor benih lobster dibolehkan tujuannya memberi makan rakyat.
• Arti Mimpi Kehilangan Uang, Merupakan Suatu Pertanda Baik, Ini Tafsirannya
"Saya tidak peduli dibully. Selama tujuan mulia, gambar dibikin telanjang, yang penting rakyat makan," kata Edhy dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR di Jakarta, Senin (6/7).
Menteri KKP mempertegas bahwa bukan hanya nelayan, tapi pengusaha juga bagian dari pada rakyat. "Kalau ada orang Gerindra yang pengusaha itu hitung berapa yang diceritakan itu? 24 orang lagi siapa itu, itu semua kan orang Indonesia juga, kebetulan salah satunya orang Gerindra," ucapnya.
Dia menambahkan kegiatan ekspor benih juga selama ini dipantau oleh tim budidaya, tim perikanan tangkap, hingga karantina. Edhy mengatakan surat perintah tersebut bukan murni kewenangan dirinya namun keterlibatan Dirjen, Irjen, dan Sekjen.
"Jadi saya pikir bapak ibu sekalian Komisi IV, kita satu frekuensi. Saya tidak punya niat memperkaya diri. Saya tidak punya industri bisnis perikanan, saya jamin untuk itu," ujar Edhy.
"Kita libatkan masyarakat untuk bisa budidaya (lobster). Muaranya menyejahterakan," tambahnya.
Seperti diketahui, izin ekspor benih lobster tertuang dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 12 Tahun 2020. Regulasi ini mengatur pengelolaan hasil perikanan seperti lobster (Panulirus spp.), kepiting (Scylla spp.), dan rajunfan (Portunus spp.).
Aturan ini sekaligus merevisi aturan larangan ekspor benih lobster yang dibuat di era Susi yakni Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 56 Tahun 2016. Dalam penerapannya, kegiatan ekspor benur melibatkan perusahaan dan para nelayan.
• Telkomsel Siap Bantu Polisi Terkait Kasus Denny Siregar
Perusahaan yang memiliki izin mengekspor benih lobster itu disorot lantaran banyak kader Gerindra, partai asal Edhy Prabowo, dibalik perusahaan itu. Satu di antaranya PT Bima Sakti Mutiara, misalnya, hampir semua sahamnya dimiliki PT Arsari Pratama. Komisaris Bima Sakti adalah Hashim Sujono Djojohadikusumo, adik Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yang juga Ketua Umum partai Gerindra.
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono tak membantah bahwa perusahaan Hasyim Djojohadikusumo mendapat jatah kuota usaha ekspor benih lobster. "Ya kan sudah dijelaskan sama anak Pak Hasyim yaitu Saraswati (Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, - red) kalau memang salah satu group usahanya yang sudah lama bergerak di industri seafood itu ikut pula dalam usaha benih ekspor lobster," ujar Arief.
Menurutnya Gerindra tak bisa membantah jika memang perusahaan Hasyim mendapatkan jatah kuota ekspor benih lobster. Apalagi Saraswati, kata dia, sudah mengakui setelah 34 tahun lamanya Arsari Group berbisnis mutiara kemudian kali ini menekuni usaha lobster.
"Saya rasa kita nggak bisa bantah ya kalau dapat kuota ekspor benih lobster, yang penting mendapatkan kuota ekspornya sesuai aturan yang di KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan)," ujarnya.
Arief Poyuono mengatakan perusahaan Hasyim Djojohadikusumo bukanlah perusahaan yang baru didirikan dadakan dalam waktu dekat-dekat ini. "Yang penting lagi kan perusahaan Hasyim bukan perusahaan dadakan ya. Tapi sudah lama bergerak di bidang industri aqua culture atau budi daya perikanan," kata Arief.
Menurutnya, tak masalah apabila ada perusahaan-perusahaan yang kemudian ikut usaha dari keputusan yang tertuang di Peraturan Menteri Nomor 12 Tahun 2020 itu. "Nah sekarang kan kebetulan ekspor baby lobster dibuka oleh pemerintah, ya kan nggak ada salahnya ikut usaha. Yang pasti ekspor benih lobster jangan sampai nantinya memusnahkan habitat lobster di Indonesia," ujar Arief.
Dia menyinggung perusahaan-perusahaan yang mendapat jatah kuota ekspor benih lobster juga belum tentu dapat dengan mudah mencari pasar di luar negeri. Terlebih saat ini, kata dia, perekonomian dunia tengah terguncang dan terdampak pandemi covid-19.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/menteri-kelautan-dan-perikanan-kkp-edhy-prabowo-354.jpg)