Berita Bolmong
Derita Penambang Bakan 'Tak Menambang Kami Kelaparan, Menambang Kami Ditangkap'
Bakan yang kini bukan lagi Bakan yang dulu. Bakan yang dulu adalah pengharapan. Bakan yang kini adalah keputusasaan
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: David_Kusuma
Senin lalu, warga yang sudah habis kesabarannya menggeruduk kantor DPRD Bolmong.
Semua warga ikut, dari orang tua, remaja, ibu ibu hingga anak.
Bahkan bayi pun yang digendong ibunya ikut menggugat nurani DPRD Bolmong.
Mereka mengajukan sejumlah tuntutan, di antaranya pembentukan Wilayah Pertambangan
Rakyat (WPR) di tambang Bakan.
• Dituduh Sebagai Partai Komunis, PDIP Tegaskan Akan Terus Menjaga Pancasila
Upaya Pemkab
Rapat Forkopimda Kabupaten Bolmong bersama Komisi 1 DPRD Bolmong serta pihak JRBM membahas
masalah pertambangan Bakan, Kamis (2/7/2020) di ruang rapat paripurna DPRD Bolmong, menyepakati dua solusi.
Pertama usulan pembentukan WIUPK. Kedua skema kemitraan antara PT JRBM dengan
warga penambang.
Kedua solusi penyelesaian ini diusulkan lantaran pembentukan WPR gagal.
Wakil Bupati Bolmong Yanni Tuuk mengatakan, dua solusi tersebut akan diseriusi
pemerintah.
"Kami akan tindaklanjuti," kata dia.
• Beberapa Jam Setelah Bergurau Bakal Bunuh Diri, Pekerja Bar Ini Ditemukan Tewas di Asrama Mahasiswa
Menurut Yanni, pihaknya sudah dua kali mengajukan usulan WPR untuk pertambangan Bakan.
Sayangnya usulan itu mentok.
Hal yang unik dilakukan Yanni dalam pertemuan tersebut. Ia membujuk perwakilan PT JRBM untuk menciutkan lahannya bagi petambang bakan.
"Mereka tidak ambil banyak, hanya sedikit saja ambil untuk makan sehari, bagi keluarga mereka, saya memohon, kalau boleh saya mengemis," kata dia
dengan suara lirih. Sebut dia, apapun solusi yang ditempuh, semuanya bergantung kemurahan
hati PT JRBM.
Gaya Wabup tersebut langsung mencairkan suasana yang mulanya tegang. Perwakilan JRBM yang selalu menjawab dengan gaya ngeles nampak tertegun.
• DynCorp, Perusahaan Pemasuk Tentara Bayaran Amerika, Pengusaha Kaya, CIA & Pentagon Gunakan Jasanya
Anggota DPRD Bolmong asal wilayah tambang Febrianto Tangahu dan Masud Lauma paling nyaring menyuarakan tuntutan warga pada demo beberapa hari lalu.