Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

NEWS

Iran Marah, Serangan Balasan Bakal Dilakukan Pasca Pabrik Natan Alami Kebakaran

Pasca kebakaran di pabrik Natan, Iran bakal membalas terhadap negara mana pun yang melakukan serangan siber

Editor: Rhendi Umar
IRANIAN ARMY via AP
Foto tertanggal 18 Juni 2020 yang diunggah militer Iran menunjukkan, sebuah rudal sedang diluncurkan dalam uji coba. Media pemerintah Iran IRNA melaporkan, uji coba dilakukan dalam latihan Angkatan Laut Iran di Teluk Oman dan utara Samudra Hindia. IRNA juga menyebut rudal ini dapat menempuh jarak 280 kilometer. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pasca kebakaran di pabrik Natan, Iran bakal membalas terhadap negara mana pun yang melakukan serangan siber atas fasilitas-fasilitas nuklirnya, 

Situs pengayaan uranium Natanz, yang sebagian besar berada di bawah tanah, adalah salah satu dari beberapa fasilitas Iran yang dipantau oleh inspektur Badan Energi Atom Internasional (IAEA), pengawas nuklir PBB.

Organisasi Energi Atom Iran (AEO) mengatakan pada Jumat (3/7), penyebab "insiden" di fasilitas nuklir telah diketahui, tetapi "karena pertimbangan keamanan" akan diumumkan pada waktu yang tepat.

AEO awalnya melaporkan "insiden" kebakaran terjadi Kamis (2/7) pagi di Natanz, yang terletak di gurun di Provinsi Isfahan, Iran Tengah. 

Mereka kemudian menerbitkan foto sebuah bangunan bata satu lantai dengan atap dan dindingnya sebagian terbakar. Sebuah pintu menggantung di engselnya menunjukkan ada ledakan di dalam gedung.

"Merespons serangan dunia maya adalah bagian dari kekuatan pertahanan negara. Jika terbukti negara kami telah menjadi sasaran serangan dunia maya, kami akan merespons," kata Kepala Pertahanan Sipil Iran Gholamreza Jalali kepada TV pemerintah, Kamis (2/7) malam seperti dikutip Reuters.

Sebuah artikel yang kantor berita negara IRNA terbitkan Kamis (2/7) membahas kemungkinan sabotase oleh musuh-musuh Iran, seperti Israel dan Amerika Serikat (AS).

"Sejauh ini, Iran telah mencoba untuk mencegah krisis yang intensif dan pembentukan kondisi dan situasi yang tidak terduga," sebut IRNA seperti Reuters lansir.

"Tetapi penyeberangan garis merah Republik Islam Iran oleh negara-negara yang bermusuhan, terutama rezim Zionis dan AS, berarti strategi harus direvisi," imbuh IRNA.

Serangan itu menargetkan gedung perakitan mesin pengayaan uranium 

Tiga pejabat Iran yang berbicara kepada Reuters dengan syarat anonim mengatakan, mereka percaya kebakaran di fasilitas Natanz merupkan hasil dari serangan dunia maya, tetapi tidak memperlihatkan bukti.

Salah satu pejabat menyebutkan, serangan itu menargetkan gedung perakitan centrifuge, merujuk pada mesin silinder halus yang memperkaya uranium.

Ia bilang, musuh Iran telah melakukan tindakan serupa di masa lalu.

Dua pejabat lainnya menyatakan, Israel mungkin berada di belakang insiden Natanz, tetapi tidak memberikan bukti.

Ditanya pada Kamis (2/7) malam tentang insiden baru-baru ini yang terjadi di situs-situs strategis Iran, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan, kepada wartawan: "Jelas kami tidak bisa membahasnya".

Halaman
12
Sumber: Kontan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved