Kesehatan

Hubungan Stres dan Jerawat yang Harus Diketahui

"Jerawat ini biasanya berwarna merah cerah dan berada di sekitar hidung dan bibir bagian atas," tambahnya.

Istimewa
Ilustrasi jerawat 

TRIBUNMANADO.CO.ID, KESEHATAN - Stres dan jerawat memang saling berkaitan. Munculnya jerawat bisa menimbulkan stres, sebaliknya, stres juga bisa memicu jerawat.

Hal ini disebabkan ketika kita stres, produksi hormon kortisol meningkat dan merangsang keluarnya kelenjar minyak di kulit yang memicu munculnya jerawat.

"Hormon adalah salah satu faktor utama penyebab jerawat. Saat stres, tingkat hormon kortisol melonjak. Kondisi ini bisa mengikat dan merangsang kelenjar sebasea," ucap ahli dermatologi dari New York, Shari Marchbein.

Kelenjar sebasea adalah kelenjar yang berada di bawah kulit dan berfungsi memproduksi minyak untuk melembabkan kulit, dan menjaga serta mempertahankan kelembutan kulit

Ketika produksi minyak berlebihan, hal ini bisa memicu pertumbuhan jerawat. Jerawat yang muncul karena stres biasanya menimbulkan rasa sakit dan teksturnya lunak.

Jerawat karena stres juga bisa berbentuk benjolan kecil pada garis rahang dan leher bagian atas.

Ahli dermatologi Ava Shamban juga mengatakan, stres bisa memicu dermatitis perioral atau jerawat berupa bintik-bintik merah.

"Jerawat ini biasanya berwarna merah cerah dan berada di sekitar hidung dan bibir bagian atas," tambahnya.

Cara mengatasi
Untuk mengatasi hal ini, hindarilah menggosok wajah secara berlebihan, dan mengaplikasikan terlalu banyak produk perawatan jerawat.

Selain itu, hindari memencet jerawat karena akan menyebabkan peradangan dan jaringan parut atau bekas luka.

Halaman
12
Editor: Isvara Savitri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved