Minggu, 3 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pilkada 2020

Webinar Mencari Pemimpin Sulawesi Utara di Tengah Ancaman Covid-19

Diskusi daring atau secara online digelar oleh Komunitas Sulut untuk Pemilu (Konsul), Sabtu (27/6/2020) pukul 19.00 Wita

Tayang:
Penulis: Dewangga Ardhiananta | Editor: David_Kusuma
Kolase / Tribun manado / Dewangga Ardhiananta
Webinar Mencari Pemimpin Sulawesi Utara di Tengah Ancaman Covid-19 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Diskusi daring atau secara online digelar oleh Komunitas Sulut untuk Pemilu (Konsul), Sabtu (27/6/2020) pukul 19.00 Wita.

Webinar menggunakan aplikasi Zoom itu mengusung tema 'Mencari Pemimpin Sulawesi Utara di Tengah Ancaman Pandemi Covid-19'.

Hadir dalam diskusi yakni narasumber utama Bupati Kepulauan Talaud Dr Elly Engelbert Lasut ME dan para dosen di antaranya Dosen Fakultas Hukum Unsrat Dr Rafli Pinansang SH MH, Dosen Fisip Unsrat juga selaku pengurus AIPI Manado Dr Maxi Egeten SIP MSi dan Dr Drs Agustinus Buce Pati MSi.

Juga, kegiatan diskusi online itu dipanduoleh host Sonny Pangkey yang selaku Koordinator Konsul.

Antisipasi Lonjakan Pasien, Pemprov Sulut Konversi Dua Rumah Sakit untuk Tangani Covid-19

"Saat ini situasi di Sulut betul-betul berubah seperti perubahan sosial, cara berfikir, psikologis dalam menuju keadaan new normal di tengah pandemi Covid-19 harus dibarengi dengan tetap produktif," kata Elly.

Ia menambahkan, untuk itu pertama yang perlu diketahui ialah bahwa virus corona ini berdampak pada kesehatan dan ancamannya bisa menuju kematian yakni berdasarkan data sekira 6 - 10 persen.

"Untuk itu pencegahan mata rantai penyebaran Covid-19 perlu dilakukan dan dalam konteks kepemimpinan hal itu mutlak," jelasnya.

Terang Elly lebih lanjut, pemimpin harus memahami Covid-19, epidemiologi maupun dampaknya karena hal itu bisa dijadikan tindakan untuk mengambil kebijakan.

Pembukaan Rumah Ibadah Wajib Memperhatikan Zonasi Wilayah

"Pencegahan merupakan hal yang paling penting dan harus dilakukan secara semesta oleh pemerintah maupun masyarakat," ungkapnya.

Sebagai langkah pencegahan, ia menyebut pemerintah perlu sosialisasi, konsolidasi pemahaman kepada masyarakat.

"Pemimpin dalam hal ini pemerintah harus mampu melakukan pencegahan terhadap Covid-19," jelas dia.

Selanjutnya, terkait dengan ekonomi, Elly mengatakan bahwa akibat dari penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 tentu dapat mempengaruhi ekonomi yang bisa saja membawa menuju kemiskinan.

Ayah Atta Halilintar Ternyata Pernah Satu Indekos Sandiaga Uno

"Tentunya pemimpin diharapkan mampu melakukan analisis yakni salah satu yang paling penting ialah mempersiapkan lumbung pangan supaya supaya terhindar dari kelaparan," bebernya.

Bupati Talaud itu menjelaskan untuk tetap produktif di tengah pandemi virus corona.

"Menuju era new normal ini perlu mendorong masyarakat supaya produktif walau di tengah pandemi tentu tetap memakai protokol," jelas dia.

"Tantangan pemimpin ialah bisa menerapkan kebiasaan baru kepada masyarakat karena berdasarkan SMRC bahwa 56 persen masyarakat tidak melihat ini sesuatu yang menuju new normal," lanjutnya.

Kata dia menambahkan, pemimpin harus menyadarkan karakter masyarakat untuk tetap sadar protokol kesehatan.

Masih Pakai Lagunya untuk Kampanye, Rolling Stones Akhirnya Ancam Donald Trump dengan Tuntutan Hukum

"Kita tidak boleh membiarkan masyarakat dan pemimpin harus mendorong masyarakat untuk menerapkan protokol, hal itu adalah mutlak," ujarnya.

Berikutnya, Dr Rafli Pinansang mengatakan era pandemi Covid-19 ini meluluhkanlantakkan semua bidang ekonomi, politik, kesehatan dan lainnya.

"Covid-19 terus meningkat, dengan keadaan seperti ini pemerintah harus berkolaborasi yakni antara pemerintah provinsi maupun kabupaten kota dari hulu ke hilir itu harus terintegrasi," sebutnya.

Sementara itu, Dr Buce Pati memandang dari sisi politik yang masih terkait dengan moral.

"Saya melihat dari sisi politik bahwa saat seperti ini tidak bisa melangkah karena masih terikat dengan moral dan sementara politik itu rumit," ucapnya.

Dua Profesi Ini Bisa Tetap Bekerja di Masa Covid-19

"Pemimpin di Sulut itu butuh kesantunan, menjadi pelayan dan ketulusan," kata dia menambahkan.

Dosen Fisip Unsrat itu mengatakan bahwa pemimpin perlu ketulusan hati yang berkaitan dengan empati.

"Kesantunan, pemimpin harus rendah hati dan seorang pemimpin yang baik dalam berfikir, ucapan dan tindakan itu untuk rakyat," tuturnya.

KABAR DUKA Hari Ini, 1 Dokter Dikabarkan Meninggal Dunia Setelah Terpapar Covid 19

Selanjutnya, Dr Maxi Egeten memaparkan bahwa pemimpin harus selalu menjaga rakyatnya.

"Salah satu konsep mendasar pemimpin ialah dia harus menjaga rakyat dari bahaya," sebut dia.

"Pemimpin harus aktif dalam kondisi yang ada, pemimpin harus hadir dan tegas mengambil keputusan dalam kondisi yang luar biasa ini," ucapnya.

Pungkas dia, pemimpin perlu meyakinkan masyarakat untuk tenang dan tetap melindungi masyarakat. (Ang)

Camat Tomini Abidin Patilima Terjunkan Alat Berat Buka Akses Jalan yang Tertutup Longsor

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved