Kamis, 23 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Viral

PENGAKUAN Seorang Pemuda 18 Tahun, Katanya Dia Terkena Tik Tok Syndrome

Ada seorang pemuda mengaku menderita TikTok Syndrome. Namanya Kaesar. Dia mengaku jika mengalami perubahan drastis usai kecanduan memainkan tik tok.

Instagram @kesarnst
Pemuda akui kena Tik Tok Syndrome 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Tik Tok semakin menjamur, apalagi saat pandemi Covid-19 merebak di berbagai penjuru dunia. 

Yang membuat Tik Tok banyak digunakan adalah karena aplikasi ini menawarkan beragam hiburan.

Tak hanya itu, tik tok juga berbagi banyak sekali tips dan trik dalam kehidupan sehari-hari.

Namun tahukah, akibat menjamurnya pengguna aplikasi tersebut, baru-baru ini seorang pemuda mengaku menderita TikTok Syndrome.

"Nama saya Kaesar 18 tahun dan saya memiliki Tik Tok Syndrome" ucap remaja tersebut.

 

Kaesar tidak bisa mengendalikan gerakan tangannya dengan baik dan benar.

Bahkan saat beraktivitas, tangan dan badannya terus bergerak.

"Pada awalnya saya bermain Tiktok itu cuma buat seneng-seneng doang. Tapi lama kelamaan saya merasa ada yang aneh. Saya seperti tidak bisa mengontrol tubuh saya. Dan ternyata setelah saya cek saya terkena Tik Tok syndrome" paparnya.

Dalam video tersebut juga diperlihatkan jika tangan Kaesar terus bergerak saat tidur dan minum.

Ia pun mengatakan jika dirinya harus minum obat dua kali sehari untuk meditasi.

"Dan saya harus minum obat dua kali sehari untuk meditasi agar tubuh saya tidak bergerak-gerak. Tapi saya sudah terbiasa minum obat dengan rutin dan dokter menyuruh saya untuk mengurasi bermain Tiktok," tandasnya.

Lantas benarkah ada penyakit bernama TikTok syndrome?

Jika dilihat dari gerak-gerik pemuda tersebut, dalam dunia medis biasa disebut dengan sindrom tourette.

Berdasarkan National Institute of Neurological Disorders and Stroke, sindrom tourette merupakan sebuah gangguan yang melibatkan gerakan berulang atau suara yang tidak diinginkan (tics) yang tidak dapat dikontrol dengan mudah.

Misalnya, seseorang mungkin berulang kali mengedipkan mata, mengangkat bahu, atau mengeluarkan suara yang tidak biasa atau kata-kata yang menyinggung.

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved