Update Virus Corona Indonesia
Jokowi Ingatkan Jangan Bikin Kebijakan Tanpa Data Ilmiah dan Saran Pakar
"Jangan kita membuat kebijakan, membuat policy tanpa melihat data, tanpa mendengarkan saran dari para pakar," katanya.
TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Gubernur Jawa Timur (Jatim) dan Gugus Tugas Covid-19 diingatkan agar mengambil kebijakan penanggulangan Covid-19 merujuk pada data ilmiah dan saran dari pakar.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat meninjau Kantor Gugus Tugas Covid-19 Jatim, di Gedung Grahadi Surabaya, Kamis (25/6/2020).
"Saya titip ini utamanya kepada gubernur, bupati, dan walikota agar setiap membuat kebijakan, agar setiap membuat policy selalu merujuk pada data science. Minta masukan dari pakar epidemologi, minta saran dari pakar-pakar perguruan tinggi," kata Jokowi.
Jangan sampai menurutnya kebijakan yang dibuat serampangan tanpa konsultasi dan basis ilmiah.
"Jangan kita membuat kebijakan, membuat policy tanpa melihat data, tanpa mendengarkan saran dari para pakar," katanya.
Selain itu, Presiden mengatakan bahwa dalam mengambil suatu kebijakan, harus disiapkan rencana cadangan. Hal itu untuk mengantisipasi kejadian di luar prediksi.
"Saya juga minta agar disiapkan plan a, plan b, plan c nya agar kita betul-betul terus siaga menghadapi situasi yang tidak terduga," ujarnya.
Untuk diketahui Presiden Jokowi menyoroti lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi di Jatim.
Presiden bahkan meminta Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 pusat membantu Jatim dalam penanggulangan Corona.
Berdasarkan data per Rabu (24/6/2020) kasus positif di Jatim mencapai 10.282 kasus dengan korban meninggal mencapai 767 atau 7,46 persen dan pasien yang sembuh mencapai 3.236 orang atau 31,47 persen.
Adapun jumlah Pasien dalam Pengawasan (PDP) mencapai 10.816, Orang dalam Pemantauan (ODP) mencapai 27.709 dan Orang Tanpa Gejala (OTG) mencapai 31.941 orang.
Protokol Jaga Jarak Dapat Turunkan Risiko Penularan Covid-19 Hingga 85 Persen
Tim Komunikasi Publik, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Dokter Reisa Broto Asmoro mengatakan berdasarkan hasil penelitian yang diterbitkan jurnal ilmiah Lancet protokol jaga jarak atau physical distancing dapat menurunkan risiko penularan Covid-19 hingga 85 persen.
Dalam jurnal tersebut menurut dokter Reisa disebutkan bahwa jarak yang aman adalah 1 meter dari satu orang dengan orang lain.
"Ini merupakan langkah pencegahan terbaik bisa menurunkan risiko sampai dengan 85 persen," kata Dokter Reisa di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Rabu (10/6/2020).