Kesehatan
Jantung Berdebar Gejala Penyakit Takikardia, Kenali Gejalanya
Sedangkan pada penderita penyakit jantung takikardia, detak jantung dalam kondisi istirahat bisa lebih dari 100 kali detak per menit.
TRIBUNMANADO.CO.ID, KESEHATAN - Takikardia merupakan jenis penyakit jantung aritmia yang membuat jantung penderitanya berdetak lebih cepat.
Dilansir dari Insider, dalam kondisi istirahat normalnya detak jantung orang dewasa sebanyak 60-90 detak per menit.
Sedangkan pada penderita penyakit jantung takikardia, detak jantung dalam kondisi istirahat bisa lebih dari 100 kali detak per menit.
Salah satu gejala takikardia adalah jantung sering berdebar-debar.
Jantung berdebar dan takikardia
Setiap orang pasti pernah merasakan papiltasi atau rasa jantung berdebar-debar.
Melansir Mayo Clinic, umumnya jantung berdebar bisa disebabkan perubahan kimia dalam darah yang dipicu:
- Aktivitas fisik
- Stres emosional
- Kafein, nikotin, efek samping obat tertentu
- Demam
- Perubahan hormon pada wanita haid, menstruasi, dan menopause
- Masalah hormon tiroid
Anda tak perlu khawatir apabila jantung berdebar hanya terjadi sesekali.
Namun, Anda perlu berkonsultasi ke dokter apabila jantung sering berdebar kencang tiba-tiba. Kondisi tersebut bisa jadi tanda aritmia takikardia.
Gejala takikardia
Jantung adalah organ vital yang bertugas memompa darah ke seluruh tubuh. Darah membawa oksigen dan nutrisi penting untuk menunjang fungsi organ tubuh.
Saat jantung berdetak terlalu cepat karena takikardia, pemompaan darah dari jantung tidak optimal.
Akibatnya, organ dan jaringan tubuh kekurangan oksigen dan nutrisi penting serta menimbulkan gejala. Salah satunya, jantung sering berdebar-debar atau berdetak kencang.
Masalah irama detak jantung ini kerap bikin tidak nyaman sampai seperti ada beban berat di dada. Selain jantung berdebar, gejala takikardia lainnya yakni:
- Denyut nadi cepat
- Sesak napas
- Sakit kepala
- Nyeri dada
- Sering pingsan
Beberapa penderita terkadang tidak merasakan tanda-tanda takikardia.
Untuk memastikannya, Anda perlu melakukan pemerisaan fisik dan tes pemantauan jantung dengan elektrokardiogram.
Siapa berisiko mengalami takikardia?
Orang dengan riwayat keluarga penderita takikardia dan aritmia lebih berisiko terkena penyakit jantung takikardia.