Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Konflik China India

Intelijen AS Sebut China Sudah Lama Rencanakan Serangan ke India Demi Suatu Tujuan

Sebelumnya, China ngotot melakukan upaya untuk mengambil alih Laut China Selatan secara ilegal. Kini terjadi konflik dengan India di Galwan.

Editor: Rizali Posumah
zeenews.india/USNI News
Ilustrasi tentara China, India dan Taiwan. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Bentrokan antara militer India dan China di perbatasan kedua negara, tepatnya di lembah Galwan, Ladakh, menyita perhatian dunia.

Banyak kalangan meyakini, China menjadi sorotan warga dunia karena negara ini terkenal dengan urusan mencaplok wilayah.

Sebelumnya, China ngotot melakukan upaya untuk mengambil alih Laut China Selatan secara ilegal.

Kolase tentara India vs China.
Kolase tentara India vs China. (Tribun Pontianak)

Selain itu China melakukan serangan ke India dalam rangka mengambil alih lembah Galwan yang diyakini sebagai lokasi strategis China untuk mengendalikan dua wilayah.

Meski penyerangan itu terungkap baru-baru ini, tak disangka ada sebuah bukti bahwa China telah merencanakan serangan ke India jauh-jauh hari.

Seperti dikutip dari US News melalui 24h, Intelijen AS berhasil mengungkap fakta mengejutkan di balik bentrokan antara India dan China.

Intelijen AS mengatakan bahwa komandan tertinggi Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA), telah merencanakan serangan ini jauh-jauh sebelumnya.

Menurut sumber itu, Letnan Jenderal Zhao Tong, komandan tertinggi PLA memerintahkan serangan itu jauh sebelumnya.

Kemudian pada tanggal 15/6 ketika 20 tentara India tewas dalam bentrokan itu, Zhao ingin militer China bertindak agresif.

Pejabat Intelijen AS yang dirahasiakan namanya ini mengatakan, Jenderal Zhao tidak ingin Amerika Serikat dan sekutunya termasuk India meremehkan China.

Alhasil mereka merencanakan serangan itu, termasuk bertindak agresif pada tanggal 15 Juni, sehingga menewaskan beberapa tertara India.

Ilustrasi tentara India.
Ilustrasi tentara India. (AFP)

Keputusan berani ini telah memicu reaksi keras dari India.

Menteri Luar Negeri India Subrahamanyam Jaishanka, mengatakan kepada rekannya Wang Yi, "Anda telah merencanakan serangan ini sebelumnya bukan." 

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lian membantah bahwa China siap melakukan betrokan dengan India.

Dia mengatakan, "Tiongkok menegaskan kedaulatan teritorial di lembah Galwan. Tentara India membangkitkan dan meningkatkan ketengangan, memaksa China untuk bereaksi." 

Halaman
12
Sumber: Grid.ID
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved