Breaking News:

Berita Bitung

Kriminolog: Miras Masih Bebas dan Tidak Terkontrol di Bitung

Di Kota Bitung dalam kurun waktu beberapa bulan ini, terjadi peristiwa penganiayaan menggunakan senjata tajam (sajam) dan kepemilikan sajam

Penulis: Christian_Wayongkere | Editor: David_Kusuma
Istimewa
Dr Wenly Lolong SH MH 

TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG - Di Kota Bitung dalam kurun waktu beberapa bulan ini, terjadi peristiwa penganiayaan menggunakan senjata tajam (sajam) dan kepemilikan sajam. 

Kasus penganiayaan kerap berjatuhan korban luka hingga meninggal dunia. Selain kepemilikan sajam faktor lainnya karena pengarus minuman keras.

Menunut Dr Wenly Lolong SH MH, Kriminolog dan Ketua Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Ilmu Sosial Unima, peristiwa pembunuhan ini membuktikan dampak negatif mengkonsumsi minuman keras (miras).

Pada kejadian ini terdapat keterangan latar belakang bahwa baik pelaku maupun korban sudah di bawah kondisi tidak normal akibat pengaruh minuman keras.

Satlantas Polres Minsel Turun ke Jalan Sosialisasikan Protokol Kesehatan Covid-19

Tentunya hal ini perlu diperhatikan oleh pemerintah terkait peredaran minuman keras di masyarakat yang dapat dikatakan sampai saat ini masih cenderung bebas dan tidak terkontrol dengan ketat.

Selama ini ada dua jenis golongan minuman keras yang beredar di masyarakat yakni pertama, minuman keras tradisional yang pengolahannya tidak melalui pabrik dan tidak terdaftar pada instansi yang membidangi itu. 

Kedua, minuman keras modern yakni minuman keras yang diolah melalui pabrik dan dikemas dengan baik dengan perizinan yang mencakup izin produksi dan izin edar.

Pengawasan tentu saja harus jalan atasnya. Khusus tentang peristiwa pembunuhan itu sendiri maka pelaku pembunuhan sudah pasti berada dalam kondisi mabuk yang berarti berada pada kondisi terjadinya penurunan kemampuan mental dan fisik akibat pengaruh alkohol.

Belum Lama Menikah, Kalina Octaranny Dikabarkan Bakal Bercerai

Adanya perbuatan menghilangkan nyawa seperti kejadian ini tentu memiliki konsekuensi tanggungjawab pidana.

Dalam hal ini nantinya pihak kepolisian yang akan berupaya untuk menghadirkan fakta adanya unsur kesengajaan pada peristiwa ini.

Pasal 338 KUHP sudah jelas mengatur bahwa Barang siapa dengan sengaja merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun.(crz)

Hari Ini Positif Covid-19 di Sulawesi Utara Bertambah 1 Orang, Total Ada 854 Kasus

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved