Tukul Arwana
Alasan Tukul Arwana Jarang Mandi di Rumah
Tukul kembali menegaskan jarak kamar tidurnya dengan kamar mandi tidak sedekat kamar anak-anaknya.
“Modalnya muka Ayah kayak muka pelawak. Alhamdulillah diarahkan ke Jakarta, karena Jakarta adalah barometernya. Kalau bisa menaklukan Jakarta, bisa menaklukan semuanya, akhirnya jadi pelawak,” tuturnya.
Tukul mengatakan, ia bukan hanya ingin membuat penonton tertawa dengan lawakannya, tetapi juga punya sopan santun saat menghibur orang.
“Ngelawak bukan asal ngelawak, tapi punya sopan santun, ngelawak yang punya tata karma, tata bahasa, ngelawak yang cantik dan mencerdaskan pemirsa juga,” ujarnya.
Kepada anak-anaknya, Tukul mengaku harus lebih banyak belajar agar lawakan yang dihasilkan lebih berkualitas.
“Ayah harus bisa belajar lagi, lebih banyak kemampuan verbal selain fisik, ayah kan dulu dianggapnya pelawak daerah, pelawak yang bisanya cuma jual muka, jual gerakan, jual kelucuan, jual pola tingkah” ujar Tukul.
Meskipun tak bisa mencapai cita-citanya, Tukul Arwana senang bisa menjadi seorang pelawak yang gajinya melebihi seorang insinyur.
“Tapi Ayah malah senang yang verbal yang cerdas, yang pintar, terus dapat uangnya melebihi insinyur-insinyur yang lain,” tutur Tukul Arwana.