Sabtu, 25 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Aksi Heroik Bocah 10 Tahun Selamatkan Adiknya Saat Rumah Terbakar, Segera Gendong dan Lari ke Luar

Tidak disangka, kebakaran terjadi. Api diduga muncul dari plafon rumah. Kondisi rumah yang terbuat dari kayu membuat api dengan cepat membesar

Editor: Finneke Wolajan
Istimewa
Sebuah rumah di Jalan Christopel Mihing Gang Sari Bumi, Sampit, ludes terbakar, Kamis (18/6/2020). Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Aksi heroik dilakukan Bbocah berusia 10 tahun di Sampit.

Ia menyelamatkan adiknya yang masih bayi saat rumah mereka di Jalan Christopel Mihing, Gang Sari Bumi, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, terbakar.

"Untungnya anak itu pintar. Dia keluar sambil menggendong adiknya begitu mengetahui rumah mereka terbakar," kata seorang warga di lokasi kejadian, Kamis (18/6/2020) seperti dilansir Antara.

Saat kebakaran itu terjadi sekitar 12.00 WIB, hanya kakak beradik itu di dalam rumah.

Ayah mereka sedang bekerja, sedangkan ibunya bernama Yuni (29) sedang pergi keluar sebentar membeli susu untuk bayinya tersebut.

Tidak disangka, kebakaran terjadi. Api diduga muncul dari plafon rumah.

Kondisi rumah yang terbuat dari kayu membuat api dengan cepat membesar.

Menyadari api sedang membakar rumah mereka, anak tertua itu langsung menyelamatkan adiknya.

Naluri melindungi adik bayinya membuat bocah itu memberanikan diri menggendong adiknya ke luar rumah, meski disertai tangisan.

Warga yang mengetahui kejadian itu langsung menyelamatkan kakak beradik itu, kemudian berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya.

Api terus membakar rumah tersebut hingga nyaris rata dengan tanah.

Sementara itu, ibu mereka, Yuni yang baru tiba, histeris melihat kejadian itu.

Dia panik dan baru mulai tenang setelah mengetahui kedua anaknya berhasil selamat dari musibah itu.

"Yang penting anak saya selamat. Saya panik karena anak saya berada di dalam rumah. Saya tidak sempat menyelamatkan apa-apa karena kejadiannya sangat cepat. Semua barang, termasuk berkas penting ikut terbakar," kata Yuni.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kotawaringin Timur, Rihel, mengaku kesulitan memadamkan api karena kondisi lokasi kejadian sulit dijangkau.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved