Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Update Virus Corona Bolmut

Sangadi Desa Batubantayo Apresiasi Warga yang Bercocok Tanam di Tengah Pandemi Covid-19

“Saya harap dengan memanfaatkan lahan untuk bercocok tanam di masa pandemi covid-19 ini, hasilnya bisa dirasakan ditengah dampak pandemi," tutuk Fazri

Penulis: Mejer Lumantow | Editor: Maickel Karundeng
Mejer Lumantow/Tribun Manado
Seorang warga Desa Batubantayo saat memanfaatkan lahan untuk menanam cabai dimasa Pandemi Covid-19. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, BOROKO - Menghadapi masa pandemi Covid-19 di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), masyarakat mulai memanfaatkan lahan pertanian untuk bercocok tanam.

Hal ini dilakukan demi menjaga ketahanan pangan dan maksimalkan sektor pertanian di Kabupaten Bolmut. 

Warga Desa Batubantayo, Kecamatan Pinogaluman mulai melakukan.

Di antaranya dilakukan oleh satu warga Desa Batubantayo Fazri Blongkod.

Ia terlihat sangat serius dalam hal bercocok tanam.

Petani muda yang biasa disapa Fazri ini bisa disebut petani milenial yang ikut mengajak teman-temannya untuk berkreasi dalam hal pemanfaatan lahan pertanian yakni dengan menanam cabai.

“Saya harap dengan memanfaatkan lahan untuk bercocok tanam di masa pandemi covid-19 ini, hasilnya bisa dirasakan ditengah dampak pandemi," tutuk Fazri. 

Dirinya juga ikut mengajak teman-temannya untuk memanfaatkan lahan mereka agar ditanami cabai atau tanaman lainnya.

"Saya sempat membuat sedikit benih cabai sendiri, maka mari teman-teman kita menanam," ajaknya. 

Senada, Sangadi Desa Batubantayo Tahir Lakoro mengatakan kerjasama para petani muda ini yang saling memotivasi perlu di apresiasi.

"Kekhasan petani muda mereka kan energik serta mampu dalam berinovasi”. Kata Sangadi.

"Ini merupakan harapan yang sedang kita perjuangkan lewat doa dan usaha agar sisi ekonomi cepat pulih dimana keterpurukkan ekonomi saat ini sama gentingnnya dengan pandemi Covid-19," jelasnya.

“Teman-teman sedang membuat bedeng dengan menggunakan alat pembongkah tanah Trucktor kecil dan setelah itu dilakukan proses lanjut hingga gembur tanahnya sampai siap untuk ditanami tanaman cabai”. Jelas Fazri.

Ditambahkannya, untuk proses supaya mencapai hasil yang lebih baik, kami butuh banyak sentuhan, contohnya bantuan ilmu dari para penyuluh pertanian sangat dibutuhkan, disamping berharap bantuan dari Dinas terkait. (Mjr). 

BERITA TERPOPULER :

 9 Perusahaan Swasta Buka Lowongan Kerja, Mulai dari Lulusan SMA SMK D3 S1, Cek Syarat dan Link

 Syarat Pembuatan SIM Gratis, Berlaku 1 Juli 2020 saat HUT ke-74 Bhayangkara Seluruh Indonesia

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved