Breaking News
Kamis, 30 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kekejaman Adolf Hitler, Bunuh Temannya Sendiri Demi Kekuasaan, Dihujani Peluru

Pasukan SS digerakan pada 30 Juni 1934 untuk menangkapi dan menghabisi pimpinan SA yang kesetiaannya diragukan oleh Hitler

Tayang:
Editor: Finneke Wolajan
AFP
Adolf Hitler 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Siapan yang tak kenal Adolf Hitler, sang diktator yang kekejamannya bukan isapan jempol belaka. 

Dalam catatan sejarah Partai Nazi dimana ia berkuasa, pembantaian sadis terekam.

Ketika mulai meniti karier dan kekuasaannya melalui Partai Nazi, Adolf Hitler memiliki dua unit pengawal pribadi yakni SA (Sturmabteilung) dan SS (Schutzztaffel).

Tapi dalam perkembangannya antara SA dan SS malah saling bersaing, apalagi Hitler ternyata lebih percaya kepada SS.

Bukti kejamnya pasukan Hitler pada masanya.  Atas perintah Hitler tembak warga Yahudi.
Bukti kejamnya pasukan Hitler pada masanya. Atas perintah Hitler tembak warga Yahudi. (Moh Habib Asyhad)

SA sebagai pioner pengawal pribadi Hitler merasa iri telah ditinggalkan, sementara pemimpinnya Ernst Roehm dikenal ambisius.

Ia mengusulkan pembentukan  “Tentara Rakyat” yang mencakup SA, SS, dan pasukan reguler Jerman (Reichswehr).

Tapi upaya Roehm itu malah membuat Hitler curiga karena dirinya merasa disaingi.

Bukan hanya Hitler yang mencurigainya, tentara reguler pun rupanya juga tidak senang.

Untuk memperoleh kepercayaan dari Reichswehr, Hitler harus bertindak cepat untuk menghentikan ambisi Roehm dan kawan-kawannya dari SA.

Untuk itu Hitler diam-diam memerintahkan salah seorang kepercayaannya, Josef “Sepp” Dietrich untuk memimpin aksi kilat dan brutal terhadap pimpinan SA.

Pasukan SS digerakan pada 30 Juni 1934 untuk menangkapi dan menghabisi pimpinan SA yang kesetiaannya diragukan oleh Hitler.

Sejumlah pimpinan SA langsung ditembak di tempat, sementara Roehm dijebloskan ke penjara Stadelheim, tempat ia pernah dibui karena membantu Hitler dalam kudeta gagal tahun 1923.

Di sini, ia dipaksa membuka bajunya, dan dengan bertelanjang dada menghadapi Dietrich dan orang-orang lain yang dikenalnya, yang kini bertindak sebagai algojo.

Roehm hanya sempat berkata, “Oh, mein Fuhrer,” sebelum tubuhnya dihujani peluru.

Berapa pimpinan SA yang terbunuh hari itu, tidak pernah jelas karena eksekusinya dilakukan di berbagai tempat yang berlainan.

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved