Update Virus Corona Bolsel
Bersiap Hadapi New Normal, Pemdes Trans Pato'a Siap Buka Wisata Mangrove
Pemerintah Desa Trans Pato'a, Kecamatan Helumo, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), menyambut baik persiapan penerapan New Normal
Penulis: Nielton Durado | Editor: David_Kusuma
TRIBUNMANADO.CO.ID, BOLAANG UKI - Pemerintah Desa Trans Pato'a, Kecamatan Helumo, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), menyambut baik persiapan penerapan New Normal.
Bahkan pemdes Trans Pato'a terus membenahi tempat wisata Hutan Mangrovenya, sesuai dengan Standar Protokol Penanganan Covid-19.
Menurut Sangadi (Kepala Desa) Trans Pato'a Anwar Stirman, pihaknya telah melakukan berbagai persiapan menghadapi New Normal dan tentunya terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bolsel melalui Dinas Pariwisata.
"Ada 22 pekerja yang terus merawat tempat wisata dan semua fasilitas yang kami miliki," beber Anwar ketika dihubungi Tribun Manado, Selasa (16/6/2020).
• Ini 13 Gangster Diseluruh Dunia yang Paling Ditakuti dan Sangat Berbahaya
Anwar menjelaskan, selain memiliki Tracking Mangrove sepanjang 364 meter, ada juga ruangan pertemuan serbaguna lengkap dengan sound sistem yang direalisasikan menggunakan anggaran APBDes.
Selanjutnya, di Tahun 2019 mendapatkan bantuan anggaran PIID PEL dari Kemendes RI sebesar Rp 1,3 Miliar untuk pengembangan ekowisata dan digunakan untuk pembangunan fasilitas penunjang.
“Berbagai fasilitas pendukung telah kami sediakan mulai dari Banana Boat, peralatan Diving, dan yang tidak kalah penting pembangunan Homestay agar wisatawan bisa bermalam di Tracking Mangrove dengan biaya yang terjangkau,” jelas dirinya.
• Staf Khusus BUMN Balas Kritikan Pedas Adian Napitupulu, Singgung Koordinasi dengan Komisi VI
Tak hanya itu, Pemdes terus berupaya meningkatkan pembangunan infrasturktur di lokasi obyek wisata.
Tahun 2020 ini Pemdes Transpatoa telah membangun jalan paving block sepanjang 165 meter dan akan membagun kios untuk UMKM.
Ini bertujuan agar penjual di lokasi wisata bisa tertata dengan baik.
"Target kami tempat wisata ini selain menghasilkan PADes juga bisa mengurangi tingkat pengangguran,” tegas dia.
Hal Senada diungkapkan, Ripun Karim Ketua Bumdes Samudra Pato'a.
• Hamil Anak Pertama, Asmirandah Mendadak Manja dan Tak Mau Jauh dari Jonas Rivanno
Ia menuturkan banyak pekerja yang kehilangan pendapatan dikarenakan tempat wisata yang tutup.
"Corona memang Wabah yang menakutkan sehingganya kami akan mempersiapakan tempat cuci tangan, mewajibkan pengunjung memakai masker, dan menyemprot disinfektan setiap hari," ungkap dia.
Sebelumnya adanya wabah Bumdes bisa menghasilkan kurang lebih Rp 5 juta perpekannya.
"Walaupun hanya di waktu libur yang ramai, setiap minggu kami bisa mendapatkan Rp 5 juta perminggu, sehinganya kami sangat berharap tempat wisata segara bisa dibuka," tandasnya. (Nie)
• FAKTA TERBARU Jenazah PDP Covid-19 Hanya Pakai Popok, Mayat Ditinggal, RS: Sudah Sesuai Prosedur