Berita Minsel
Terkait Kecelakaan di Pinamorongan, Kapolres Minsel: Jika Ada Pembatas Jalan, Tak Akan Parah
Kecelakaan dua mobil berlainan waktu di Desa Pinamorongan, Kecamatan Tareran tak akan separah itu jika ada pembatas jalan
Penulis: Andrew_Pattymahu | Editor: David_Kusuma
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Kecelakaan dua mobil berlainan waktu di Desa Pinamorongan, Kecamatan Tareran tak akan separah itu jika ada pembatas jalan.
Pernyataan itu disampaikan oleh Kapolres Minsel AKBP Widi Bangun Septo belum lama ini. Menurut dia, ada banyak tikungan tajam di jalan raya Kecamatan Tareran.
"Karena kalau mengemudi dengan kecepatan tinggi mobil bisa out of control. Jadi harus kosentrasi dan fokus," kata dia.
Selain pengemudi yang harus hati-hati jika melewati jalan tersebut, pihak terkait juga menurutnya bisa memasang pembatas jalan untuk meminimalisir kecelakaan lalu lintas sehingga tak ada korban.
• Transportasi Udara Hadapi New Normal, Pilot dan Awak Kabin Wajib Pakai Masker dan Sarung Tangan
"Karena jurangnya hampir di sepanjang jalan itu jurang lebih sedalam 30 meter sampai 40 meter," kata dia.
Seperti diberitahukan belum lama ini, kecelakaan lalulintas (lakalantas) terjadi di Jalan Raya antara Desa Pinamorongan dan Desa Wuwuk, Kecamatan Tareran, Kabupaten Minahasa Selatan, Jumat (12/06/2020).
Lakalantas tunggal ini mengakibatkan satu unit kendaraan jenis Daihatsu Ayla warna merah, masuk jurang sedalam kurang lebih 40 meter, tepatnya di sungai Perkebunan Kinanti, Desa Pinamorongan.
Pengemudi kendaraan diketahui bernama Winsi Mandagi (31), warga Rumoong Atas, mengalami out of control atau hilang kendali saat melintas di TKP, dalam perjalanannnya dari arah Tareran menuju Tumpaan.
• Protes Kebijakan Zuckerberg, Facebook Pecat Karyawan yang Bertugas Sebagai Teknisi User Interface
Adapun pengemudi kendaraan Ayla merah ini tidak mengalami luka berat dan berhasil menyelamatkan diri.
Kejadian lakalantas tunggal ini kemudian menjadi petunjuk ditemukannya seorang warga Tomohon yang dikabarkan hilang.
Pasalnya, di samping kendaraan Ayla yang mengalami laka tunggal ini, ditemukan satu kendaraan jenis Datsun warna silver nomor polisi DB 1792 GC, yang di dalamnya terdapat sosok mayat perempuan diidentifikasi bernama Sedjateris Hanna Rotikan (58), warga Kelurahan Matani Dua, Kota Tomohon, pegawai apotek RS Kalooran Amurang, yang dinyatakan hilang sejak bulan April lalu.
Pengemudi kendaraan Ayla merah yang sadar dalam kecelakaannya, melihat kendaraan Datsun warna silver di sampingnya, langsung menyelamatkan diri keluar dari TKP dan memberitahukan kepada masyarakat setempat kemudian melanjutkan informasi pada pihak kepolisian.
• Jokowi Ingatkan Pejabat Tak Korupsi, Minta Aparat Awasi Dana Rp 677 Triliun Penanganan Covid-19