Update Virus Corona Boltim
Penyaluran Sembako Tahap II Bakal Dikawal TNI-Polri, Penerima BST dan BLT Tak Lagi Menerima
Sembako untuk warga terdampak Covid-19 tahap dua mulai masuk di gudang penyimpanan sembako, Balai Pertemuan Umum (BPU), Tutuyan
Penulis: Siti Nurjanah | Editor: David_Kusuma
TRIBUNMANADO.CO.ID, TUTUYAN - Sembako untuk warga terdampak Covid-19 tahap dua mulai masuk di gudang penyimpanan sembako, Balai Pertemuan Umum (BPU), Tutuyan.
Pada tahap ke dua ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow Timur (Boltim) kembali menyiapkan bapok berupa beras premium, minyak goreng, gula pasir dan ikan kaleng.
Bupati Boltim Sehan Landjar mengatakan, sembako tahap dua tidak ada bedanya dengan yang tahap satu, masing-asing ada beras, minyak kelapa, gula pasir dan ikan kaleng.
"Hanya penyalurannya yang berbeda, yang tahap satu penerima BST dan BLT tak lagi dapat, pada tahap dua ini sudah tidak dapat lagi," ucapnya.
• Tim Maleo Ringkus Pelaku Penggelapan dan Pembeli Sepeda Motor Curian
Ia menambahkan, untuk penyaluran tahap ke dua, para pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN), Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Republik Indonesia (Polri), dan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) tetap akan menerima bantuan.
"Hanya porsinya yang dikyrangi atau berbeda dari masyarakat biasa, nanti akan dapat beras 10 kg, 1 kg gula pasir, 1 liter minyak goreng dan ikan kaleng sebanyak 5 kaleng," jelasnya.
Lanjutnya, terkait rencana penyaluran sembako berupa jaringan pengaman sosial (JPS) tahap ke dua tersebut, akan dikawal pihak TNI/Polri dan para organisasi masyarakat.
Sementara itu, apabila sembako yang ada sudah rampung didistribusikan oleh pihak penyedia jasa sebagaimana kebutuhan, proses penyaluran tinggal menunggu perintah dari bupati.
• Sosok Jenderal Pramono Edhie Wibowo yang Meninggal, Ipar SBY dan Putra Penumpas PKI
"Terkait kapan penyalurannya ke masyarakat penerima, menunggu instruksi bupati," ucapnya.
Ia menambahkan, pihaknya terus melakukan validasi data calon penerima bantuan hak rakyat bersama Pemerintah Desa, karena menurut bupati proses penyaluran tahap ke dua ini akan berbeda dengan penyaluran tahap pertama, yaitu soal calon penerima.
"Saat ini kami sedang melakukan verifikasi data penerima bersama Pemerintah Desa, karena penyalurannya agak berbeda dengan penyaluran tahap pertama yaitu menyangkut masyarakat penerima," ucapnya.
Ia juga menjelaskan, untuk data penerima penyaluran tahap pertama yaitu, jumlah Kepala Keluarga (KK) penerima sebanyak 21.613 KK, jumlah jiwa sebanyak 70.553, beras sebanyak 32.341 kg, gula pasir 32.481 kg, minyak goreng 32.419 liter, dan ikan kaleng 120.613 kg.
"Data tersebut sudah sesuai keputusan bupati tentang penetapan jumlah alokasi dan penerima bantuan bahan pangan masyarakat terdampak wabah Covid-19," ucapnya. (ana)
• Eks Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad: Bencana Akan Berlaku Apabila Trump Terpilih Lagi