News
Wali Kota Bogor Bima Arya Menulis Buku yang Menceritakan Pengalamannya saat Jadi Pasien Covid-19
Pernah positif Covid-19, Wali Kota Bogor, Bima Arya tuliskan sebuah buku berjudul 'positif'.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Pernah positif Covid-19, Wali Kota Bogor, Bima Arya tuliskan sebuah buku berjudu 'positif'.
Dalam buku tersebut akang menceritakan pengalamanya sebagai pasien Covid-19.
Terkait hal tersebut, ia mengaku hari-hari pertama adalah masa terberatnya menjalani perawatan.
• Malam Ini Hotman Paris Hutapea Akan Menemui Ustaz Abdul Somad, Bahas Apa?
• Kesal Selalu Dituding Panci dan Antena, Roy Suryo Tanggapi Kasus Iman Nahrawi: Saya Sudah Maafkan
• Yusril Ihza Mahendra Tak Setuju soal Kenaikan Ambang Batas Parlemen: Akan Banyak Suara yang Terbuang

Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, menuliskan pengalamanya sebagai pasien positif Covid-19 dalam sebuah buku berjudul Positif. Buku diterbitkan Penerbit Buku Kompas.
Dalam acara peluncuran bukun itu melalui webminar Sabtu (13/6/2020), ia menceritakan hari-hari pertama dirinya dirawat di rumah sakit.
Ia mengaku hari-hari pertama itu merupakan masa terberatnya selama menjalani perawatan.
Pikiran dipenuh pertanyaan kenapa dirinya bisa terkena Covid-19, di mana dia terkena Covid-19, bagaimana proses pengobatanya.
“Kira- kira satu hari pertama itu yang dipikiran saya. Tapi saya merasa tidak menemukan jawaban.
Akhirnya saya pusing, semakin pusing, semakin mual. Enggak bisa makan, makin banyak pikiran, makin drop," kata Bima Arya.
Saat itu dia mengatakan belum menemukan jawaban atas beragam pertanyaan tersebut.
Tidak mau terjebak dalam kebingunan, Bima Arya memilih utuk melakukan kegiatan positif dan beristirahat selama dirawat di RSUD Bogor.
Dalam keseharaianya selama dirawat, dia mengaku banyak menghabiskan waktu dengan berzikir, menulis, dan menghubungi keluarga di rumah.
Dia juga kerap menerima kiriman obat tradisional dari kerabat untuk dikonsumsi agar kondisi fisik jadi lebih baik.
“Ada dua nasihat yang saya dengar yakni ustad saya dan dokter saya. Semuanya sama nasehatnya, harus fokus, happy.
Karena memang virus ini belum ditemukan obatnya. Jadi Saya berpikir obatnya ya harus datang dari diri sendiri,” ujar dia.