Korea Utara
Korea Selatan Jadi Target Kemarahan Korut Karena Campuri Urusan Mereka dengan Amerika
Korea Selatan telah menjadi target kemarahan Koera Utara pada beberapa bulan terakhir.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Korea Utara meminta negara tetangganya Korea Selatan untuk tidak bicara soal denuklirisasi yang tidak masuk akal, Sabtu (13/6/2020).
Korea Selatan telah menjadi target kemarahan Koera Utara pada beberapa bulan terakhir.
Sejak Korea Utara menuduh Seoul mengizinkan para pembelot untuk menyebarkan selebaran anti Kim Jong Un, pemimpin tertinggi Korea Utara di perbatasan mereka.
Pernyataan terakhir Pyongyang itu merupakan respons kepada pejabat kementerian luar negeri Korea Selatan yang masih terus berupaya untuk denuklirisasi, merujuk pada pembicaraan nuklir yang terhenti antara AS dan Korea Utara.
"Sungguh tidak masuk akal mendengar omong kosong pemerintah Korea Selatan... yang tidak punya kualifikasi untuk membahas atau ikut campur dalam masalah antara Pyongyang dan Washington," ungkap Kwon Jong Gun, pejabat urusan luar negeri Korea Utara sebagaimana dilansir kantor berita resmi Korea Utara KCNA.
Jong Gun adalah pejabat yang bertanggung jawab untuk bernegosiasi dengan AS.
Dilansir AFP, Kwon mengecam Seoul karena berusaha mencampuri urusan Pyongyang-AS.
Dia menyimpulkan dengan peringatan, "Lebih baik hentikan pembicaraan yang tidak masuk akal tentang denuklirisasi,"
Kritik keras dari Korea Utara itu terjadi pasca Pyongyang mengeluarkan kecaman keras terhadap AS pada peringatan pertemuan kedua antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.
Selama ini proses diskusi nuklir antara Pyongyang-AS menemui jalan buntu.
Kwon pada Sabtu (13/6/2020) mengatakan bahwa Korea Utara 'akan terus membangun kekuatan untuk mengatasi ancaman terus menerus dari AS'.
Hubungan antar Korea kemudian terhenti sejak gagalnya pertemuan AS dan Korea Utara di Hanoi pada Februari tahun lalu dengan kebuntuan tentang konsesi yang bersedia ditawarkan Washington sebagai imbalan jika Pyongyang menggagalkan rencana nuklirnya.
• CURHAT Guru Honorer yang Hanya Dibayar Rp 100 Ribu Sebulan, Berharap Diperhatikan Kemendikbud
• Achmad Yurianto Mengakui Kemampuan Tes Massal Virus Corona Masih Rendah
• Cara Kelola Gaji Agar Tak Minus di Era New Normal: Bersyukur dan Berubahlah