Pilkada Sulut 2020

Bawaslu Sulut Terus Tingkatkan Kapasitas Hadapi Pilkada di Tengah Pandemi Covid-19

Ketua Bawaslu Sulut, Herwyn Malonda mengatakan saat ini, pertemuan daring tersebut, saat ini telah memasuki sesi ke sembilan.

Penulis: Erlina Langi | Editor: Maickel_Karundeng
don ray papuling/tribun manado
Peningkatan kapasitas pengawas pemilu melalui sekolah baku beking pande yang terus dilakukan Bawaslu Sulut. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Berlanjutnya tahapan Pilkada ditengah pandemi Covid-19, membuat badan pengawas pemilu (Bawaslu) se-Provinsi Sulawesi Utara, terus memanfaatkan teknologi, untuk meningkatkan kapasitas melalui program sekolah baku beking pande pada Rabu (10/6/2020)

Ketua Bawaslu Sulut, Herwyn Malonda mengatakan saat ini, pertemuan daring tersebut, saat ini telah memasuki sesi ke sembilan.

"Dimana saya berharap seluruh pimpinan Bawaslu kabupaten/kota dan Panwascam se-Sulut, untuk serius dalam mengikuti jalannya setiap sesi temu daring ini," ujarnya

Sebab tambah dia, peningkatan kapasitas seperti ini sangat penting, mengingat pelaksanaan Pilkada yang akan berlangsung ditengah pandemi Covid-19.

"Untuk itu diharapkan agar semua dapat mengikuti dengan serius kegiatan ini," tandasnya saat membuka sekolah baku beking pande Rabu (10/6/2020)

Sementara Anggota Bawaslu Sulut, Kenly Poluan sebagai pemateri pertama berbicara tentang pemantau pemilu dan pengawasan partisipatif masyarakat pada pilkada.

"Dimana secara teori demokrasi, pemantauan dapat diklasifikasikan sebagai civil society, yakni juga menjadi bagian dari pengawasan partisipatif oleh masyarakat. Pemantau pemilu selain menjadi bagian dari pengawasan partisipatif juga memiliki wewenang untuk dapat menyampaikan gugatan sengketa pilkada yang memiliki kesetaraan wewenang dengan peserta pemilu/pilkada," ujar Poluan.

Sehingga tambahnya dalam kerja-kerja pengawasan oleh kelembagaan Bawaslu dalam pelaksanaan Pilkada ditengah pandemi covid-19, juga harus melibatkan eksistensi pengawasan partisipatif oleh pemantau pemilu untuk membantu juga peran masyarakat agar bisa secara administrasi memberi laporan terkait dengan pelanggaran dalam jalannya tahapan pilkada. tuturnya.

"Disisi lain, dengan keadaan sekarang di tengah pandemi covid-19, maka peran dari pemantau pemilu juga sangat penting untuk membimbing masyarakat dalam melaksanakan pengawasan partisipatif lewat teknologi dan informasi. Parameter pengawasan oleh jajaran Bawaslu dalam tahapan pemilihan kepala daerah di Provinsi Sulut dapat dilihat dari hasil pilkada di tahun 2020," tandasnya.

Sementara Direktur Sindikasi Pemilu dan Demokrasi, August Mellaz sebagai narasumber kedua memaparkan materi terkait dengan keadaan demokrasi secara global di tengah pandemi covid-19 dengan analisa dan data yang dimiliki.

"Keadaan global menghadapi tantangan besar saat ini. Pada satu sisi menjaga keamanan dan keselamatan atas pandemi (emergency) namun disamping itu juga harus menjaga demokrasi (legitimacy). Maka dalam hal ini pemerintah dan penyelenggara pemilu harus mempersiapkan kemungkinan terburuk yang akan terjadi dengan pelaksanaan pilkada di tengah covid-19," jelasnya.

Selain memperketat regulasi sebagai protokol keselamatan dalam menjalankan tahapan tambah dia, pemerintah dan penyelenggara pemilu juga harus memiliki inovasi pengoptimalan teknologi dan elektronik agar langkah-langkah pemilihan ditengah pandemi dapat berjalan dengan tingkat kewaspadaan lebih tinggi.

"Disisi lain, juga hal yang menjadi catatan penting bagi pemerintah dan penyelenggara pemilu, kedepan dalam setiap pelaksanaan tahapan pilkada harus memperhatikan akurasi daftar pemilih, perubahan model kampanye dan penerapan medsos sebagai platform kampanye (effect dari hoax, kampanye negative, dsb), aspek pembiayaan dan sumber pendanaan kampanye, potensi petahana dalam melakukan penyimpangan alokasi sumber daya dalam kapasitas kedudukan dan jabatannya, dan perlu adanya komitmen yang jelas bagi penyelenggara pemilu untuk menyediakan akses data dan preservasi pemilu/pilkada," tutupnya.

Sedangkan Ketua Bawaslu Kabupaten Bolaang Mongondow Timur Harmoko Mando dalam kesempatan tersebut menambahkan pilkada kali ini akan berbeda dan yang pasti semakin beraneka ragam karena harus menyesuaikan dengan keadaan saat ini.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved