Jumat, 1 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Update Virus Corona Indonesia

BOCOR Data BIN Soal Dampak Penerapan 'New Normal' Indonesia, di Prediksi 99% Akurat

BIN (Badan Intelijen Negara) menunjukkan adanya dampak yang tidak main-main terhadap keputusan pemerintah.

Tayang:
Editor:
Istimewa
Ilustrasi New Normal 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Belum lama ini dikabarkan data dari Badan Intelijen Negara tentang prediksi terkait dampak dari penerapan 'New Normal' di Indonesia bocor.

Saat ini sebagian orang telah menjalani New Normal atau tatanan hidup baru untuk tetap beraktivitas.

Hal tersebut dilakukan sebagian orang meski pandemi virus corona atau Covid-19 masih terus menyebar.

Menurut data dari BIN (Badan Intelijen Negara) menunjukkan adanya dampak yang tidak main-main terhadap keputusan pemerintah untuk menerapkan 'New Normal' ini di tengah masyarakat.

Ilustrasi virus corona. Herd immunity adalah kondisi ketika sebagian besar kelompok atau populasi manusia kebal terhadap suatu penyakit karena sudah pernah terpapar dan sembuh dari penyakit tersebut.
Ilustrasi virus corona. Herd immunity adalah kondisi ketika sebagian besar kelompok atau populasi manusia kebal terhadap suatu penyakit karena sudah pernah terpapar dan sembuh dari penyakit tersebut. (Pixabay/Tumisu)

Data tersebut berupa prediksi secara kualitatif dan kuantitatif soal dampak yang ditimbulkan.

Khususnya terhadap angka kasus Corona di Indonesia, sejak diberlakukannya New Normal.

Mengingat Indonesia akan memasuki transisi new normal, BIN kembali mengeluarkan datanya.

Badan Intelijen Negara (BIN), kembali mengungkapkan prediksinya terkait virus Corona di Indonesia.

Kurva Indonesia yang akan menjelang puncak pandemi Covid-19
Kurva Indonesia yang akan menjelang puncak pandemi Covid-19 ((Kompas.com))

Prediksi itu menyebutkan bahwa puncak serangan virus Corona di Indonesia bisa terjadi pada Bulan Juli 2020 dengan 106 ribu lebih kasus.

Dilansir TribunJatim.com dari Wartakota, perkiraan tersebut merupakan kajian Badan Intelijen Negara (BIN) yang dipaparkan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo dalam rapat virtual dengan Komisi IX DPR, Jakarta, Kamis (2/4/2020).

Dalam paparan tersebut, BIN mengestimasi kasus corona pada akhir Maret sebanyak 1.577 orang dan realitanya 1.528 kasus.

Artinya, prediksi tersebut 99 persen akurat.

Lalu, diperkirakan di akhir Juni ada 105.765 kasus, dan akhir Juli atau puncaknya sejumlah 106.287 kasus.

Dalam tayangan di kanal YouTube tvOneNews (7/6/2020), juru bicara BIN, Wawan Purwanto menurutnya kasus Covid-19 di Indonesia masih akan terus bertambah.

Menurutnya hal itu berkaitan dengan tingkah pola masyarakatnya yang masih belum mematuhi protokol kesehatan.

"Angkanya masih menunjukkan kenaikan karena kita juga melakukan banyak sekali rapid test dan upaya melihat bagaimana persebarannya di wilayah di Indonesia.

Ilustrasi virus corona
Ilustrasi virus corona (KONTAN)

Pasca ada Idulfitri kemaren itu juga masih beberapa daerah, saudara-saudara kita masih belum menunjukkan disiplin yang bagus sehingga di sana angka-angkanya (kasus Covid-19) masih keliatan meningkat," ungkap Wawan.

Hal serupa juga pernah diungkapkan oleh ahli epidemiologi UI, Pandu Riono dalam acara iNews Sore (9/5/2020).

Pandu menjelaskan bahwa menurutnya salah satu penyebab kasus virus corona di Indonesia masih meningkat yakni lantaran masih banyak masyarakat yang tak patuh akan imbauan pemerintah.

"Karena tingkat kepatuhan masyarakat tidak nambah," ungkapnya.

"Data-data secara nasional, menggunakan data dari google itu bahwa tidak ada peningkatan kepatuhan masyarakat, data DKI juga demikian," tambahnya.

Sehingga menurutnya hal itu membuat kasus Covid-19 di Jakarta yang sempat menurun kembali meningkat.

Ia takut jika masyarakat terus membandel, pandemi ini tak kunjung usai.

Presiden Jokowi bersama Menteri PUPR Basuki Hadi dan Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar saat meninjau Masjid Istiqlal jelang New Normal, Selasa (2/6/2020).
Presiden Jokowi bersama Menteri PUPR Basuki Hadi dan Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar saat meninjau Masjid Istiqlal jelang New Normal, Selasa (2/6/2020). (Youtube/Sekretariat Presiden)

"Ini yang mengkhawatirkan sehingga kita tidak punya kesempatan untuk lebih cepat meredakan pandemi ini," jelas Pandu.

Yuk ikuti anjuran pemerintah untuk jaga kesehatan, menggunakan masker saat keluar rumah , menjaga jarak dan jangan berkerumun serta rajin mencuci tangan ya.

Menurut anda, mungkinkah New Normal akan bisa efektif dijalankan di Indonesia?

Artikel di atas telah tayang sebelumnya di Intisari dalam judul Indonesia akan Terapkan New Normal, Intelijen Negara Justru Bocorkan Dampaknya Diperkirakan Kasus Covid-19 akan Meledak hingga 100 Ribu https://intisari.grid.id/read/032187821/indonesia-akan-terapkan-new-normal-intelijen-negara-justru-bocorkan-dampaknya-diperkirakan-kasus-covid-19-akan-meledak-hingga-100-ribu?

Subscribe Youtube Channel Tribun Manado:

 

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved