Renungan Harian Kristen
Renungan Harian Kristen Selasa 9 Juni 2020: Compassion
Demikianlah firman Tuhan hari ini. _*Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka,* (ay 36a)_
Penulis: | Editor: Maickel Karundeng
Pnt jackried maluenseng
_*Matius 9:36a*_
_Compassion,_ artinya belas kasihan atau welas asih. Ini adalah bentuk kepedulian perasaan (emosi) manusia yang muncul karena melihat penderitaan orang lain.
Belas kasihan atau welas asih (compassion) bermakna lebih dalam dari frasa simpati dan empati. Perasaan ini selalu dibarengi dengan tindakan nyata untuk menolong dan mengurangi penderitaan orang lain dengan cinta kasih yang tulus dan murni.
Compassion inilah yang terjadi pada Yesus ketika melihat keadaan banyak orang (umat-Nya) dalam panggilan pelayanan-Nya. Dia tidak hanya mengajar, menginjil dan menyembuhkan, tapi juga berwelas asih atau berbelas kasihan (compassion) kepada mereka.
Demikianlah firman Tuhan hari ini.
_*Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka,* (ay 36a)_
Yesus melayani dengan hati. Maka Dia memiliki belas kasihan. Pengajaran yang dia lakukan, juga penginjilan dan penyembuhan sebenarnya merupakan bagian dari welas asih-Nya kepada manusia.
Ketika Dia menjadi manusia dan merelakan diri-Nya disiksa, menderita, tersiksa sampai mati di kayu salib, merupakan bagian dari belas kasihan-Nya bagi kita yang percaya kepada-Nya. Pengorbanan nyawa-Nya adalah bukti belas kasihan-Nya bagi kita agar kita selamat dari dosa, ditebus dan diberkati-Nya serta menikmati hidup kekal.
Belas kasihan dalam bentuk lain adalah, Dia tidak membiarkan ribuan orang yang mengikuti Dia seharian kelaparan dan kepayahan. Dia pun memberi makan mereka. Orang miskin, dijanjikan-Nya sejahtera, damai dan sukacita. Orang lapar diberi makan. Orang sakit bertahun-tahun disembuhkan, orang dalam kepayahan, dipulihkan, orang yang lemah dikuatkan-Nya.
Sahabat Kristus, itulah Compassion Yesus. Di zaman now, ada sebuah organisasi (internasional) bernama Compassion yang berkedudukan di Colorado, USA. 'Produk lokalnya' ada di Indonesia bahkan di Sulut yakni PPA (Pusat Pengembangan Anak). NGO Kristen ini membantu anak-anak kurang mampu bahkan miskin di segala belahan dunia ini bersama keluarganya.
Bantuan berupa materi maupun inmateril bahkan advokasi ketika mereka mengalami masalah-masalah tertentu disediakan bagi anak-anak. Biaya pendidilan dan buaya hidup mereka dibiayai. Sampai dengan aspek gisi dan kesehatan serta psikis anak-anak di_cover_ oleh PPA (Compassion).
Yang menarik, selama Pandemi Covid 19, PPA menyalurkan Sembako kepada anak-anak dan keluarga mereka setiap 2 minggu sekali. Bahkan jika ada anggota keluarga yang positif Covid 19, disantuni Sembako 2 kali dalam seminggu. Inilah welas asih atau belas kasihan, yakni Compassion sesuai namanya.
Bagaimana dengan kita sebagai keluarga Kristen? Sudahkah kita memiliki belas kasihan seperti yang diajarkan dan diteladankan Tuhan Yesus? Sesederhana dan sekecil apapun, wujudkanlah belas kasihan itu kepada sesama kita.
Marilah kita mewujudkan belas kasihan kita kepada sesama, sesuai keadaan kita masing-masing, baik dalam bentuk materi maupun non materi. Bukan justeru menjadi batu sandungan di tengah persoalan yang semakin pelik dengan memfitnah dan menista sesama.
Jadilah kita penolong yang mengulurkan tangan belas kasihan kepada semua orang tanpa sungut-sungut tapi dengan hati yang tulus dan murni, termasuk di tengah Pandemi Covid 19 ini. Tuhan Yesus pasti akan lebih berbelas kasihan lagi bagi kita dan keluarga. Sebab Dia tahu apa yang terbaik bagi kita. Amin
