Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Update Virus Corona Bolsel

Dinkes Bolsel Bantah Tudingan Sengaja Tahan Hasil Swab Test

Dia menjelaskan, pihak Dinkes Bolsel maupun pihak medis secara umum tidak pernah sengaja memperlambat hasil swab test.

Penulis: Nielton Durado | Editor: Maickel Karundeng
nielton durado/tribun manado
Kepala Dinas Kesehatan Bolsel, dr Sadly Mokodongan ketika diwawancarai awak media belum lama ini. 

TRIBUNMANADO.CO.ID,BOLAANG UKI - Kepala Dinas Kesehatan (dinkes) Bolsel dr Sadly Mokodongan membantah soal tudingan bahwa pihaknya sengaja menahan hasil swab test sejumlah warga.

Dia mengatakan tudingan itu sangat keliru dan perlu diluruskan.

Dia menjelaskan, pihak Dinkes Bolsel maupun pihak medis secara umum tidak pernah sengaja memperlambat hasil swab test.

Menurutnya, kalaupun hasil swab test sedikit terlambat, itu katanya karena beberapa sebab yang memang sulit dihindari.

"Setiap hari kami konfirmasi dengan provinsi. Menurut Kepala Laboratorium di Manado, saat ini mereka keterbatasan petugas. Sementara sampel yang masuk semakin hari semakin banyak," terang dr Sadly kepada Tribun Manado, melalui saluran telepon, Selasa (9/6/2020)..

Disebutkannya, laboratorium (lab) Swab Test di Sulut hanya satu unit dengan jumlah personil terbatas.

Sementara, setiap hari mereka menerima sampel yang dikirim oleh 15 Kabupaten/Kota se-Sulut.

Banyangkan, Bolsel saja baru-baru ini mengirim 40 sampel untuk diswab test di lab Manado.

Belum lagi sampel-sampel yang dikirim kabupaten/kota lainnya.

"Selain itu, kami juga terima informasi, Lab yang di Manado juga menerima sampel dari daerah-daerah di Provinsi Maluku Utara (Malut), kadang-kadang juga dari Provinsi Gorontalo," jelas dirinya.

"Karena itu, masyarakat harus bisa memahami situasi ini," tambahnya.

Akibat dari tudingan tersebut, dr Sadly mengaku warga atau pasien yang sudah diswab test (swab test pertama) kini enggan diambil sampel untuk menjalani swab test kedua.

Mereka tidak mau diswab test kedua dengan alasan hasil swab test pertama belum ada.

Padahal, meski hasil swab pertama belum ada, jika mereka ikut swab test kedua sama sekali tidak akan merubah hasil swab pertama maupun swab kedua.

"Harusnya sampel swab kedua dikirim mulai Kamis (4/6)," akunya.

Dijelaskannya, sesuai aturan, swab test dilakukan dua kali.

Swab test kedua dilakukan pada hari ke-14 setelah swab test pertama.

Hasil Swab Test pertama bisa saja negatif.

Tapi swab test kedua belum tentu.

Begitu juga sebaliknya.

"Jadi, sangat penting mengikuti aturan ini, demi kesehatan kita, keluarga dan orang lain," terang dr Sadly.

Semua kemungkinan bisa saja terjadi. Contoh, seandainya pasien yang menolak swab test ternyata membawa virus, tentu ini akan sangat beresiko bagi orang lain, terutama orang tua, anak-anak dan orang-orang di sekitar yang memiliki penyakit kronis.

Hal-hal inilah yang ingin kita hindari.

"Kami butuh pemahaman dari masyarakat untuk bekerjasama dalam mencegah dan memutus rantai wabah virus corona, khususnya di daerah kita, ini" kuncinya.(Nie)

BERITA TERPOPULER :

 Kabar Terbaru Tantowi Yahya di Selandia Baru, Habiskan Waktu dengan Istri di Tengah Pandemi Covid-19

 Rekaman Makian Raul Lemos Diancam Dibongkar Azriel, Krisdayanti: Berhenti Salah Faham

 Lama Tak Terlihat, Muncul Foto Kim Jong Un Pimpin Rapat Tanpa Masker, Duduk Berjauhan dari Stafnya

TONTON JUGA :

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved