Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Update Virus Corona Boltim

Aktivitas Belajar di Sekolah Kembali Normal, Dikbud: Tetap Terapkan Protap Kesehatan Covid-19

"Karena Boltim masuk zona hijau dan ASN pun kembali masuk kantor dengan demikian anak sekolah pun kembali belajar di sekolah," ucapnya.

Penulis: Siti Nurjanah | Editor: Maickel Karundeng
sitti nurjanah/tribun manado
Kepala Dinas Pendidikan Yusri Damopolii 

TRIBUNMANADO.CO.ID, TUTUYAN - Aktivitas belajar mengajar sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Atas (SMP) di Kabupaten Bolaang Mongodow Timur (Boltim) kembali aktiv meskipun ditengah pandemi corona.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Yusri Damopolii mengatakan, aktivnya belajar mengajar sekolah di Boltim sudah melalui proses kajian yang panjang dengan merujuk pada perkembangan penanganan Covid-19 di Boltim sampai saat ini dalam siatusi aman atau zona hijau.

"Karena Boltim masuk zona hijau dan ASN pun kembali masuk kantor dengan demikian anak sekolah pun kembali belajar di sekolah," ucapnya.

Lanjutnya, Dinas Pendidikan melihat bahwa keberadaan siswa SD dan SMP di Boltim tidak ada dari luar daerah.

"Semua siswa adalah penduduk Boltim dan mereka tinggal juga di Boltim. sehingga kami meyakini mereka siswa siswi dalam kondisi sehat," ujar Yusri.

Menurutnya, pada hari pertama masuk sekolah langsung dilakukan pemeriksaan suhu tibuh tidak ada yang dipulangkan.

"Sehinggah ini yang menjadi keyakinan kami bahwa sekolah SD dan SMP bisa di buka kembali tapi tetap menerapkan protokol kesehatan," tuturnya.

Ia menambahkan, setiap sekolah di Boltim wajib menyediakan tempat cuci tangan, ada hand sanitizer, jarak tempat duduk di atur, mulai dari guru sampai siswa siswi harus memakai masker.

"Semua fasilitas pendukung dalam rangka pencegahan Covid-19 harus di sediakan,” tegasnya.

Ia menjelaskan, proses belajar mengajar baru berlaku untuk SD dan SMP, sedangkan untuk Paud dan TK belajar dari rumah.

"Untuk sekolah SD, SMP proses belajarnya sesuai arahan Bupati Boltim di lakukan dua sif. Kalau SD, kelas rendah masuk pagi dan kelas tinggi masuk siang. Demikian juga untuk SMP ada yang masuk pagi dan ada juga masuk siang, dan juga tidak ada jam istrirahat," jelasnya.

Menurutnya, hal tersebutditerapkan guna mengantisipasi penumpukan siswa siswi di sekolah. Sampai mereka pulang sekolah diawasi oleh semua guru di sekolah masing-masing.

Sementara itu, terkait dengan guru yang ada masih berada di luar Boltim, sejak minggu kemarin pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan telah menurunkan surat ke semua kepala sekolah, memerintahkan semua guru yang ada di luar daerah untuk kembali ke Boltim.

"Saya menegaskan, sebelum mereka kembali wajib meminta surat keterangan sehat dari Dokter di daerah mereka masing-masing dan ketika tiba diboltim maka wajib memeriksakan kesehatan kembali ke puskesmas terdekat, setelah itu mereka wajib melakukan karantina mandiri selama 14 hari,” tandas Yusri. (ana)

BERITA TERPOPULER :

 Kabar Terbaru Tantowi Yahya di Selandia Baru, Habiskan Waktu dengan Istri di Tengah Pandemi Covid-19

 Rekaman Makian Raul Lemos Diancam Dibongkar Azriel, Krisdayanti: Berhenti Salah Faham

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved