Breaking News:

Sains

Ilmuan Berhasil Mengidentifikasi Gen Kurus, Terobosan Baru Atasi Obesitas

lmuwan telah mengetahui bahwa gen ALK sering bermutasi pada berbagai jenis kanker dan mendapatkan reputasi sebagai gen pendorong perkembangan tumor.

Editor: Rizali Posumah
NAKITA
Ilustrasi tubuh kurus. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Menurut penelitian yang diterbitkan di jurnal Cell, kurus ada hubungannya dengan gen tertentu yang mampu menjaga kenaikan berat badan dan membuat badan beberapa orang tetap kurus.

Kini, ilmuwan berhasil mengidentifikasi gen tersebut setelah melakukan serangkain penelitian.

"Ada sekitar satu persen orang-orang seperti ini dalam populasi. Mereka bisa makan banyak, tanpa olah raga namun berat badan tak bertambah," kata Josef Penninger, peneliti dari University of British Colombia seperti dikutip dari CNN, Sabtu (6/6/2020).

Penelitian dilakukan dengan melihat data dari Biobank Estonia yang mencakup 47102 orang berusia 20 hingga 44 tahun.

Tim kemudian membandingkan sampel DNA dengan data klinis individu kurus yang sehat dan individu dengan berat badan normal.

Hasilnya, peneliti menemukan varian genetik yang unik pada individu kurus yang dikenal sebagai gen ALK.

Sebelumnya, ilmuwan telah mengetahui bahwa gen ALK sering bermutasi pada berbagai jenis kanker dan mendapatkan reputasi sebagai gen yang mendorong perkembangan tumor.

Namun temuan baru ini menunjukkan bahwa gen ALK berperan sebagai gen kurus yang dapat berfungsi mencegah penambahan berat badan.

Untuk menguji temuan ini, para ilmuwan kemudian melakukan percobaan pada lalat dan tikus.

Peneliti melakukan percobaan dengan cara menghapus gen ALK pada tikus dan lalat.

Setelah dilakukan percobaan, mereka menemukan lalat dan tikus tanpa gen ALK tetap kurus dan bebas dari obesitas meski memiliki kesamaan makanan maupun aktifitas dengan tikus normal.

"Kami memberi tikus McDonald. Tikus normal menjadi gemuk dan tikus tanpa ALK tetap kurus," ungkap Penninger.

Studi juga menunjukkan jika gen ALK berperan dalam menginstruksikan jaringan lemak untuk membakar lebih banyak lemak dari makanan.

Temuan ini pun dapat memberikan kemungkinan terapi baru dalam melawan obesitas di masa depan.

Namun tentu saja perlu penelitian lebih lanjut apakah terapi untuk mengurangi fungsi ALK ini bisa dilakukan.

KATALOG Promo Indomaret Harga Heboh 3-9 Juni 2020, Harga Miring Daripada Biasanya

Penerimaan Calon IPDN 2020 Dibuka Senin 8 Juni, Berikut Alur Pendaftaran dan Persyaratannya

Mike Tyson Sangat Berhasrat Ingin Bertanding Lawan Pemilik 50 Kemenangan Tanpa Kekalahan Ini

Sumber: https://www.kompas.com/sains/read/2020/06/07/130100623/gen-kurus-ditemukan-potensi-terapi-baru-atasi-obesitas-di-masa-depan?page=all#page3

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved